Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Resensi
Judul : Metamorforblus, Dokumentasi Jalinan kasih slank dan slankers
Judul Film : Metamorforblus
Sutradara : Dosy Omar
Pemeran : Slank, Bunda Iffet, Slankers.
Publikasi : Jakarta: Rumah Pohon Indonesia, November 2010
Penulis : KapanLagi.com - Oleh: Puput Puji Lestari
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/metamorforblus-dokumentasi-jalinan-kasih-slank-dan-slankers.
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]

METAMORFORBLUS film dokumenter ini menitikberatkan pada aktivitas para Slankers, sebutan bagi para fans Slank, di Indonesia. Film berdurasi 98 menit itu menceritakan 3 orang Slankers dari 3 daerah yang berbeda.

Dosy Omar sebagai sutradara film dokumenter ini membutuhkan waktu 2 tahun untuk membuat film ini. Waktu yang panjang untuk sebuah hasil yang menawan. Meskipun mengambil gambar dengan sederhana namun syarat makna. Slankers pertama, Joker, seorang polisi. Dalam tugas kesehariannya Joker ini bertugas sebagai intel yang menangkap penjahat. Mulia memang, namun dibalik kemuliaan itu kekuatiran selalu menghantui karena banyak penjahat yang ingin balas dendam padanya. Kekuatiran lain menerpa jika sampai keluarganya dilibatkan.

Namun, lagu-lagu Slank membuatnya terus berjalan lurus dan jujur. Ia percaya generasi biru itu bisa ada, generasi yang cinta damai itu nyata. Dalam setiap tugasnya, ia mengedepankan perdamaian sebagai solusi. Tampil dengan potongan mohak, banyak orang tidak percaya bahwa dia seorang polisi. Justru saat ia menunjukkan fotonya bersama Slank, orang-orang angkat topi.

Kisah kedua, bidadari penyelamat dari Jogja, Andi. Anak muda, penggemar fanatik Slank berusaha menjadikan model dalam hidupnya. Ketika Bimbim sakau dan menghasilkan musik-musik yang digilainya, ia mencoba hal yang sama. Pesta narkoba bersama dengan teman-teman Slanker Jogja-nya. Betapa hidup menjadi berat saat terkungkung narkoba. Ayah Andi tersebut, menjadi tokoh bijak yang mengharu biru. Perjuangan dan harapannya membesarkan anak lelaki satu-satunya terkoyak oleh Slank.

Namun, gelap tak selamanya gelap. Ketika Bimbim mengakui ketergantungannya pada narkoba dan berjanji menjauhinya, sang bidadari penyelamat juga berusaha mengikuti jejaknya. Nyaris bertengkar dengan ayah kandungnya saat mabuk berat, dia tersadar saat ayahnya pingsan sebelum adu fisik terjadi. Lewat surat tulisan tangan Bimbim dan Bunda Iffet, dia bertekad sembuh.

Kisah terakhir adalah sekelompok Slankers dari Kupang. Mengetahui ada konser Slank di Timor Leste, mereka berniat mengajukan passport agar bisa nonton konser tersebut. Butuh perjuangan berhari-hari dan uang yang banyak agar mereka bisa mendapat passport. Birokarasi berbelit, dan hilangnya surat kelahiran dua orang Slankers saat Timor-Timor lepas dari Indonesia menjadi penghambat.

Berhasil mendapatkan tiket, mereka masih harus menempuh perjalanan darat yang panjang. Dan harus berganti kendaraan di perbatasan. Bagi scene ini cukup mengejutkan, karena ternyata banyak Slankers yang bersusah payah untuk bisa menyaksikan konser Slank.

Sesampainya di Timor Leste, mereka dijemput Slankers setempat. Jiwa anak muda penuh perdamaian, dibawah asuhan lagu-lagu Slank membuat tersentuh. Mars Slank mendadak menjadi `lagu kebangsaan` dua negara.

Dari sisi Slank sendiri, mereka menceritakan perjalanan karir juga saat narkoba menjadi gaya hidup. Bagaimana Slank menemukan diri mereka menjadi contoh Slankers, dan membenahi diri. Scene yang menarik, adalah bagaimana Bunda Iffet menjelma menjadi peri baik hati bagi semua anak Slank.

Penutup film ini benar-benar menjadi kejutan yang bagus. Tak banyak kata namun mengharukan, bagaimana tiga Slankers di atas menikmati konser Slank. Film ini tidak diputar di bioskop-bioskop konvensional, melainkan tempat-tempat seperti Auditorium atau GOR yang disulap menjadi bioskop

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia