Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Resensi
Judul : Cin Tetangga Gw Kuntilanak, Menguak Dendam Kuntilanak
Judul Film : Cin Tetangga Gw Kuntilanak
Sutradara : Yan Senjaya
Pemeran : Cynthiara Alona, Dafino Kandau, Ar Rozzy Mahally, Mayang, Melinda, Chairil Jm.
Publikasi : Jakarta: Vincent Pictures, Desember 2010
Penulis : KapanLagi.com -Oleh: Puput Puji Lestari
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/cintetangga-gue-kuntilanak-menguak-dendam-kuntilanak.html
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]

Tiga orang sahabat, Afgan, Nadin dan Nono, memproduseri cerita seram di radio hantu. Mereka menyebut tidak takut hantu. Sehingga cerita-cerita hantu sering diplesetkan. Mereka mencari kisah untuk disiarkan ke pendengar. Nadin, mempunyai kisah dari pembantunya.

Majikan pembantunya dulu, Safina, sedang hamil tua saat mengalami tekanan jiwa oleh suaminya Anton karena berselingkuh dengan sekretarisnya, Yuli. Saat memergoki mereka berselingkuh di kantor, bukannya membela Safina, Anton justru membela Yuli. Sebuah susuk kematian ditancapkan Yuli di perut Safina.

Jarum tersebut membuat Safina tewas. Terperangkap dalam guna-guna pelet Yuli, Anton tidak bereaksi atas kematian Safina, tetapi bayinya dapat diselamatkan.

Yuli bersekongkol dengan dukunnya mengadakan ritual memasang paku emas di kepala mayat Safina supaya rohnya tidak bangkit jadi kuntilanak untuk balas dendam. Akhirnya Yuli dapat mengendalikan Anton dan bayinya agar dapat menguras kekayaannya.

Tak disangka, ternyata rumah Safina tepat di depan rumah Afgan. Roh Safina hadir kembali ke rumahnya dalam wujud wanita cantik. Ia menggoda Afgan dan Nono agar mau ke rumahnya dan melihat rumahnya. Di rumah Safina, mereka menemukan tengkorak berpaku emas. Nadin cemburu karena Afgan dan Nono sering menghabiskan waktu menyelidiki rumah kosong Safina.

Illusi-illusi rayuan mesra dari roh Safina menggoda mereka. Nadin dengan penasaran ingin melabrak Safina, tapi ia justru bertemu dengan Safina dalam wujud kuntilanak. Setelah mereka tahu kuntilanak Safina bekas majikan bibi. Nadin yang merasa kasihan karena nasibnya Safina dikhianati oleh Yuli dan suaminya. Jadi Afgan, Nadin, Nono dan bibi bertekad untuk membantunya supaya Safina dapat membalas dendam dan bisa bersatu dengan bayinya.

Pertarungan sengit melawan dukun dan Yuli terjadi untuk membantu mengeluarkan paku. Setelah paku dicabut, aksi kuntilanak untuk menyelamatkan anaknya. Mengambil kisah populer di masyarakat dengan improvisasi yang minim, film ini serasa membawa kita ke era jadul dengan tampilan masa kini. Suara dan gambar film ini sangat standart. Bisa dibilang film ini lebih kuat unsur drama dan komedi daripada horor

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia