Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Resensi
Judul : Kabayan Jadi Milyuner, Kabayan Ke Kota Mengejar Cinta
Judul Film : Kabayan Jadi Milyuner
Sutradara : Guntur Soeharjanto
Pemeran : Jamie Aditya, Rianti Cartwright, Aming, Christian Sugiono, Didi Petet, Meriam Belina, Slamet Rahardjo, Melly Goeslaw, Dicky Chandra, Denny Chandra, Sogi Indra Duadja, Aty Fathiyah F, Ingrid Widjanarko, Sellen Fernandez, Tino Saroengallo, Eddie Karsito, Candil Seurieus, Jaja Miharja, Jhody.
Publikasi : Jakarta: Starvision, Desember 2010
Penulis : KapanLagi.com -Oleh: Puput Puji Lestari
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/kabayan-jadi-milyuner-kabayan-ke-kota-mengejar-cinta.html
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]

KABAYAN JADI MILYUNER menjadi karya terakhir Star Vision tahun 2010. Film ini menutup dengan manis catatan film Indonesia yang diwarnai banyak peristiwa mulai dari kehadiran artis porno luar import hingga kisruhnya penyelenggaraan FFI. Untunglah, Kabayan yang terkenal dengan kepolosan, keluguan, dan kesetiaannya menutup tahun ini dengan senyuman.

Tampil dengan bayang-bayang kesuksesan Kabayan yang diperankan oleh Didi Petet dan Kang Ibing, Jamie Aditya mampu menjadi sosok Kabayan yang berbeda. Dengan tetap mengandalkan budaya Sunda yang kental, Kabayan kali ini harus merebut hati Iteung (Rianti Cartwright) yang telah menjelma menjadi seorang akuntan yang cantik di Jakarta. Sementara Kabayan masih tetap di desa menjaga keberlangsungan Pesantren sederhana As-Salam pimpinan USTAD SOLEH (Slamet Rahardjo).

Kehadiran Iteung ke desa tersbeut membuat Kabayan langsung jatuh cinta. Tapi ternyata dia datang dengan misi khusus. Bos Iteung, pengusaha real estate Rocky (Christian Sugiono) ingin membeli tanah Pesantren itu untuk dijadikan resort. Namun niat Boss Rocky itu ternyata tidak bisa ia laksanakan dengan mudah tangan kanan Ustad Soleh, seorang pemuda polos namun cerdik bernama Kabayan menolak mentah-mentah tawaran tersebut.

Bersama sahabatnya Armasan (Aming), Kabayan sukses membuat Boss Rocky pusing tujuh keliling. Tapi saat Boss Rocky menyadari kalau Kabayan jatuh cinta dengan akuntannya, Iteung. Boss Rocky menemukan cara yang paling jitu untuk mengalahkan Kabayan. Boss Rocky pun memerintahkan Iteung untuk menjadi mata-mata, menjebak Kabayan supaya mau menandatangani surat perjanjian jual beli tanah dengan iming-iming cinta. Supaya Iteung tidak bisa menolak, Boss Rocky pun mengakali orangtuanya, Abah (Didi Petet) dan Ambu (Meriam Belina), supaya ikut berperan serta menipu Kabayan. Kepada kedua orang tua Iteung itu, Boss Rocky memberi janji kalau ia akan tetap menjaga kelestarian alam kampung dan bahkan mendirikan masjid atas nama Abah.

Karena yakin Iteung adalah bidadari yang diturunkan Tuhan untuk dirinya, Kabayan mau saja menandatangani surat perjanjian jual beli tanah, sehingga Pesantren dinyatakan terjual. Kabayan dan segenap warga pun menunggu kedatangan Iteung si calon penganten, dengan sia-sia. Kabayan merasa malu dengan warga, bertekad untuk ke Jakarta dan mendapatkan Pesantren serta Iteung kembali. Ditemani Armasan, Kabayan pun pergi ke Jakarta.

Namun di kota, Abah dan Ambu ternyata sudah terlanjur merestui rencana pernikahan Iteung dengan Boss Rocky. Abah berjanji akan membatalkan pernikahan Iteung dan Boss Rocky, serta akan mengorder Boss Rocky untuk membatalkan pembelian Pesantren, dengan satu syarat. Kabayan harus bisa mendapat 1 Milyar dalam seminggu. Kabayan dan Armasan pun memeras otak. Kata orang, tidak ada yang tidak mungkin di Jakarta. Dan ternyata memang benar. Banyak sekali keajaiban yang ditemukan Kabayan.

Jelas, cerita ini akan berakhir dengan manis seperti film Kabayan sebelumnya. Namun, proses mendapatkan kebahagiaan itulah yang menjadi hiburan di film ini. Aming, yang terbiasa berperan kocak, sukses mengulangi kekocakannya untuk membuat JImmy menjadi tokoh utama yang kocak.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia