Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Resensi
Judul : Rokkap, Merekam Keindahan Cinta
Judul Film : Rokkap
Sutradara : Bm Joe, Ginanti Rona Tembang Sari, Hendra `Pay`
Pemeran : Kinaryosih, Alex Abbad, Agastia Kandau, Sarah Jane, Tongam Sirait, dan Iyuth Pakpahan.
Publikasi : Jakarta: Promised Land Pictures, Oktober 2010
Penulis : KapanLagi.com - Oleh: Puput Puji Lestari
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/rokkap-merekam-keindahan-cinta.html
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]

Menjadi buta tak membuat Lingga (Kinaryosih) merasa rendah diri. Dia percaya bahwa kekuatan Tuhan bisa membantunya menghadapi masalah dalam hidup. Dari kepekaan rasa dan pendengarannya, Lingga bisa merekam suasana sekitarnya sebagai bahan membuat lukisan.

Meskipun penglihatannya telah hilang, Lingga menggunakan tangannya sebagai kuas untuk menggorekan cat di kanvas. Hasil lukisannya ternyata menarik banyak orang dan laku dijual. Lewat lukisan pula, Lingga bisa membantu memperbaiki ekonomi keluarga. Kemampuannya memberikan kepercayaan diri bahwa suatu saat Tuhan juga akan mengirimkan kekasih untuk dirinya.

Hadirlah Bow (Alex Abbad), seorang fotografer, yang diminta memfoto prewedding untuk sahabatnya yang dilakukan di Danau Toba. Setiba di tanah Batak itu, Bow melihat sebuah lukisan yang menarik perhatiannya di sebuah hotel tempat ia menginap. Rasa penasaran dengan sosok sang pelukis pun menyelimuti Bow. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Lingga, si gadis pelukis tersebut. Pertemuan tersebut begitu membekas sehingga mereka menjadi dekat. Lingga berharap Bow adalah `rokkap` atau jodohnya.

Namun kisah percintaan mereka tidak semulus yang diperkirakan. Ayah Lingga enggan menerima Bow sebagai kekasih anaknya. Karena ada rasa kuatir anaknya akan dipermainkan karena kebutaan matanya. Sedangkan Bow sendiri masih memiliki hubungan dengan kekasihnya yang tinggal di Bali. Permasalahan demi permasalahan diatasi agar hubungan Bow dan Lingga bisa berjalan lancar. Dan akhirnya menikah.

Film ini menyuguhkan aroma keindahan yang majemuk. Mengambil setting Danau Toba dan lingkungan asli sekitar danau, landscape yang ditawarkan sangat menarik. Mata kita akan dimanjakan oleh keindahan alam. Selain itu, keindahan budaya dan kekuatan spiritual yang dibangun oleh ketiga sutradara akan mudah menyentuh emosi penonton. Apalagi, sutradara film ini tergolong berani dengan menggunakan bahasa Batak yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ada pula adat penikahan dan alat musik yang dimainkan secara berkala dalam film.

Kinaryosih, melakukan tugasnya dengan baik kali ini. Sebagai tuna netra, Kinaryosih menampilkan sisi tegar dan lemahnya tuna netra secara proporsional. Kejutan lain datang dari Alex Abbad yang biasanya menjadi tokoh konyol berubah mampu membawakan peran fotografer yang berwibawa

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia