Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Resensi
Judul : RATU KOSTMOPOLITAN`, Aksi Tiga Cewek Membasmi Mafia Tanah
Judul Film : Ratu Kosmopolitan
Sutradara : Ody C Harahap
Pemeran : Luna Maya, Mirasih Tyas Endah, Imey Liem, Fathir, Reza Pahlevi, Yati Surahman, Cici Tegal, Ferina Widodo, Adi Kurdi.
Publikasi : Jakarta: MVP Pictures, Mei 2010
Penulis : Kapanlagi.com
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/ratu-kostmopolitan-aksi-tiga-cewek-membasmi-mafia-tanah.html
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]

Berawal dari ide ingin mengangkat permasalahan yang ada di kota Jakarta, yakni penggusuran, RATU KOSTMOPOLITAN pun dibuat. Kisah dimulai dari persahabatan Gina (Luna Maya), Tari (Mirasih Tyas Endah) dan Zizi (Imey Liem), yang harus berjuang ketika satu-satunya tempat kost yang mereka tinggali bakal digusur.

Tiga perempuan, yang berbeda karakter ini - Gina adalah mahasiswa asal Bali yang bekerja sambilan sebagai wartawan kriminal, Tari mahasiswa dari Manado bekerja sambilan sebagai instruktur aerobik dan Zizi mahasiswi eksentrik yang percaya dunia gaib berasal Jawa Timur yang jadi seniman tato - kompak mempertahankan tempat tinggal mereka agar tidak digusur untuk dijadikan mall.

Sebetulnya, Gina, Tari dan Zizi bisa jadi berpindah kost, tetapi masalahnya dengan uang yang pas-pasan tidak mudah mencari tempat kost yang nyaman. Meski terlihat galak di luar, Ibu Laksmi, sang ibu kost (Yati Surahman) cukup baik pada mereka, sering memberi makan pada Gina cs. Oleh karenanya, Gina mengajak teman-temannya untuk membantu para warga menolak penggusuran ini. Gina juga tidak sendirian, usahanya ini dibantu Seno (Fathir), yang menaruh hati pada Gina.

Usaha Gina, Tari, Zizi dan Seno untuk mengajak warga menolak penggusuran cukup membawa hasil. Sampai suatu hari datang Rido (Reza Pahlevi) bersama anak buahnya yang mulai melakukan aksi mengganggu para warga. Tujuannya satu, agar para warga merasa takut dan akhirnya mau meninggalkan tempat itu. Gina, Tari dan Zizi yang tidak suka melihat hal ini, segera menyusun strategi untuk melawan Rido dan anak buahnya. Bahkan tiga perempuan lembut ini akhirnya harus beradu otot dengan para preman ini. Dengan senjata andalan masing-masing, Gina dengan wajan dan sutilnya, Tari dengan cermin kembar dan gerakan-gerakan aerobiknya, serta Zizi dengan ilmu santetnya.

Dengan proses syuting selama 30 hari di Jakarta ini, sang sutradara, Ody C Harahap, mampu menghadirkan sebuah film yang menceritakan isu sosial yang tengah terjadi di masyarakat. Ochay, panggilan akrab Ody C Harahap, mampu meramu film ini menjadi film bernuansa komedi yang akhirnya bisa memberi kesegaran bagi para penonton. Dari awal hingga akhir film, penonton akan disuguhi hal-hal unik dan lucu yang mampu membuat kita tersenyum dan tertawa. Akting Luna, Tyas dan Imey pun mampu memberikan nuansa lain dengan logat masing-masing daerah, yang menggambarkan kemajemukan kota Jakarta

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia