Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Resensi
Judul : Belahan Jiwa, Trauma Cinta & Konflik Persahabatan
Judul Film : Belahan jiwa
Sutradara : Sekar Ayu Asmara
Pemeran : Alexander Wiguna; Dian Sastro; Dinna Olivia; Indah Kalalo; Marcella Zalianty; Nirina Zubir Rachel Maryam
Publikasi : Jakarta: Multivision Plus Pictures, 2005
Penulis : KapanLagi.com/(kl/wwn/dni)
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/a/resensi_film.html
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]
Sekar Ayu Asmara kembali membuat film kontroversial berjudul BELAHAN JIWA. Film yang dirilis mulai tanggal 17 Desember 2005 itu menawarkan sebuah konsep yang belum pernah disajikan film Indonesia manapun selama ini. Kisahnya bercerita tentang empat orang sahabat yang selalu setia bersama, namun mereka juga menghadapi masalah yang pelik dalam kehidupan pribadi dan karir mereka. Tokoh Cairo (Rachel Maryam) berprofesi sebagai seorang pelukis yang menghadapi dilema ketika akan mempersiapkan pameran terbarunya. Baby Blue (Nirina Zubir) bekerja sebagai seorang arsitek. Tetapi jiwanya terguncang karena trauma akibat kehilangan saudari kembarnya, Baby Pink. Farlyna (Dinna Olivia) stres karena desain busananya seringkali dikecam oleh pemuka agama gara-gara dianggap terlalu seksi. Sedangkan Arimbi (Marcella Zalianty) berprofesi sebagai seorang psikiater yang sedang menangani Katrina (Indah Kalalo), seorang pasien berkepribadian ganda. Tapi ia juga punya kelainan, yaitu terobsesi dengan rambut. Dalam ceritanya dikisahkan bahwa keempat sahabat sejati ini baru saja membina hubungan dengan seorang pria. Bukannya kebahagiaan yang mereka raih, persahabatan diantara mereka justru terancam saat terungkap bahwa ternyata mereka semua berhubungan dengan pria yang sama, Bumi (Alex Wiguna). Lebih parah lagi, ternyata Bumi pun sudah berkomitmen serius dengan Cempaka (Dian Sastro), seorang gadis dengan perilaku yang sulit ditebak akibat trauma di masa lalunya. Misteri yang menyelimuti hubungan antara keempat sahabat sejati itu dengan Cempaka, menjadikan jalinan kisah film ini semakin menegangkan dan membawa pada akhir yang tak terduga. Sekar Ayu mengatakan bahwa film ini mengandung banyak cerita dan banyak karakter yang terjalin dalam satu intrik psikologis yang membawa film ini melibatkan berbagai genre, mulai dari drama hingga thriller Sekar Ayu yang memulai debut penyutradaraan di film BIOLA TAK BERDAWAI menuturkan bahwa latar belakang dari ide cerita ini adalah maraknya perlakuan sewenang-wenang orangtua terhadap anaknya. Dan perlakuan yang buruk pada masa lalu itu berdampak pada kondisi psikologis anak-anak pada masa mendatang. Mereka akan menjadi anak yang cenderung menutup diri, depresi, hingga bisa bunuh diri. Film ini merupakan pembelajaran bagi para orang tua untuk lebih bertanggungjawab terhadap masa depan anaknya. Ada indikasi seakan-akan Sekar Ayu cuma ingin membuat sensasi di balik pembuatan film ini, dengan mengumpulkan bintang-bintang papan atas. Namun ia mengatakan kalau mereka memang menjadi pilihan karena memang mempunyai kapasitas dan kemampuan untuk memainkan karakter yang ada dalam skenario cerita.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia