Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Resensi
Judul : Realita Cinta & Rock' N Roll', Pergulatan Antara Mimpi & Kenyataan
Judul Film : Realita cinta & rock' n roll
Sutradara : Upi Avianto
Pemeran : Herjunot Ali; Nadine Chandrawinata; Vino Bastian
Publikasi : Jakarta: Virgo Putra Film, 2006
Penulis : KapanLagi.com/(kl/zee/dni)
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/a/resensi_film.html
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]
Lewat film berjudul Realita Cinta & Rock 'N Roll ini, Upi Avianto, sang sutradara, berusaha mengangkat cerita tentang hubungan anak dengan orangtua, sahabat, dan lawan jenis, dengan cara pikir mereka masing-masing yang tentunya berbeda. Meski film itu bercerita tentang keluarga, namun tetap menarik dan dibumbui dengan kisah-kisah lucu. Kisahnya bermula dari dua anak muda SMA kelas 2, bernama Nugi (Herjunot Ali) dan Ipang (Vino G. Bastian), yang mempunyai cita-cita membentuk band beraliran musik Rock 'n Roll. Setiap hari mereka nge-band, hingga mengorbankan sekolahnya. Keduanya memiliki sahabat cewek bernama Sandra (Nadine Chandrawinata). Cewek cantik dan seksi yang berprofesi sebagai penjaga 'distro' ini sering menjadi tempat curhat mereka. Sampai akhirnya, Nugi pun jatuh cinta pada Sandra, namun sayang, cintanya bertepuk sebelah tangan, Sandra justru menaruh hati pada Ipang. Nugi tinggal dengan ibunya yang single parent (diperankan Sandy Harun) setelah bercerai dari ayahnya (diperankan Barry Prima) disaat usia Nugi masih 6 tahun. Gaya hidupnya pun tidak seperti ibu-ibu yang lain. Ibunya Nugi ini menganut kehidupan 'Hippies' dan ia membuka jasa pengobatan holistic yang bergerak di bidang jasa 'aroma terapi'. Nugi sendiri tidak menyukai gaya hidup ibunya, ditambah lagi soal pacar ibunya yang bernama Paul, yang juga seorang 'hippies'. Sementara itu, kehidupan Ipang berbeda dengan Nugi. Keluarga Ipang mengutamakan pendidikan. Ayahnya seorang dosen dan ibunya tak jauh beda dengan sang ayah. Ipang memiliki seorang adik yang bernama Dido, yang sangat memuja dirinya. Meski sang kakak suka jahil, namun dibalik itu Ipang sangat sayang terhadap adiknya itu. Walaupun terlahir dalam keluarga yang kaya, jalan pikiran yang dimiliki Ipang ternyata tak sejalan dengan ayahnya, yang menghendaki ia mengutamakan sekolah ketimbang bermain musik. Dalam kebimbangan dan usaha pencarian jati diri inilah, keduanya kemudian menjadi cocok dan menjalani idealisme mereka sendiri. Cerita semakin menarik, ketika ayah Nugi yang telah bertahun-tahun menghilang, tiba-tiba kembali hadir dengan perubahan drastis. Ayah Nugi telah menjadi seorang wanita alias telah menjalani 'trans-seksual'. Tak hanya itu, sang ayah rupanya juga punya profesi baru sebagai seorang guru Salsa. Lebih jauh lagi, Ipang kemudian mengalami dilema, saat ia mengetahui bahwa dirinya bukanlah anak kandung orangtuanya yang selama ini mengasuhnya sejak bayi. Realita memang tak seindah yang diimpikan. Semua itu tergambar jelas dalam film ini yang sangat mudah diikuti, karena alurnya bak air yang mengalir. Selain itu ceritanya juga ringan dan mengandung unsur komedi yang menghibur, sejak awal hingga akhir. Jadi, sayang jika film ini dilewatkan begitu saja.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia