Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Artikel
Judul : Editing Kerja Menyusun Film Adegan Demi Adegan
Penulis : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Majalah Aneka No.23
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]

Editing Kerja Menyusun Film Adegan Demi Adegan

Mungkin satu-satunya negara di mana film editing (penyusunan film) dipandang atau diterima sebagai satu hasil yang dapat dibanggakan dari seni cipta ialah USSR (Uni Soviet) yang berkat kerajinan dan eksperimen-eksperimen dari Eisenstein, Pudovkin dan Donvjenko, semua harapan untunk membentang sayap selebar-lebarnya di lapangan editing, telah dapat tercapai dan diwujudkan.

Mereka inilah yang menjadi ahli-ahli dalam lapangan perfilman, yang pertama-tama menemukan bagaimana watak seseorang memberi sesuatu reaksi atau perubahan dari suatu perasaan dalam satu shot (pengambilan) yang mendekati satu adegan dengan yang lain dapat merapatkan (juxtaposition) dengan mewujudkan penerangan dari satu saran yang yang dibuat dari satu shot (pengambilan) sebelumnya, misalnya saja; satu close up dari seorang tua dengan pandangan yang kosong, bila diselingi dengan satu shot dari pemakaman jenazah sebagai motif (bahan dasar) maka reaksi atau perubahan wajah orang tadi dengan kesedihan yang sedalam-dalamnya, dan yang wajar, akan nyata jelas sebaliknya, bila diselingi dengan satu shot (pengambilan) dari anak-anak yang sedang bermain-main dengan riang gembira, maka reaksi dari orang tua tadi akan menunjukkan ia sedang memikirkan betapa kelak nasib anak-anak itu setelah dewasa. Dus, perubahan atau reaksi ini, timbul dengan sendiri menurut keadaan selingan gambar (insert) yang menjadi pokok utama untuk mendatangkan sesuatu reaksi atau perubahan pada seseorang.

Orang-orang Soviet adalah orang yang pertama-tama dapat membuktikan betapa pentingnya pekerjaan editing (penyusunan film) konkrit dan kokoh untuk menciptakan satu efek (reaksi) yang sempurna dengan dikombinasikannya beberapa shot (pengambilan) dari beberapa emosi (perasaan), misalnya perasaan gembira dari seseorang dapat diwujudkan dengan diselingi oleh beberapa shot dari sungai yang mengalir dengan aman, brung-burung beterbangan dan berkicauan di atas pohon, sawah, yang luas dengan padi menguning berombal ditiup angin seakan-akan melambai tangan yang halus, berirama.....

Salah satu hal yang penting dalam pekerjaan editing (penyusunan film) yang diketemukan oleh ahli-ahli Soviet ialah pemotongan film yang berirama, yakni panjangnya satu pengambilan dalam suatu scene (adegan) yang telah dapat ditetapkan oleh keadaan dari scene yang dimaksud itu. Seperti juga dalam scene-scene di mana terdapat adegan bagian tari dan nyanyi, maka pemotongan film harus menurut turun-naiknya lagu dan irama untuk menghasilkan satu iramaan antara gambar dan lagu dengan efek yang sempurna.

Kepentingan dan kebagusan editing akan lebih dapat dihargakan bila diketahui bahwa seorang editor (kepala penyusun) darinya diharapkan satu cara pemotongan yang begitu halus sehingga penyambungan dari satu ke lain scene ada begitu rupa, hingga tidak mengganggu efek dari yang menjadi pokok utama untuk mencipta, dan hal ini akan lebih banyak menemukan hasil bila seorang sutradara yang membuat shot-shot tadi, telah mengerti betul-betul segala keperluan dan kebutuhannya untuk continuity (lanjutan). Maka adalah sangat perlu sekali sutradara dibantu oleh seorang pencatat continuity dalam tiap-tiap opname.

Di Hollywood di mana film-film telah keluar dari kebiasaan, pekerjaan editing telah merupakan satu pekerjaan rutin, dengan kepastian dan lancar. Seluruh pekerjaan ini dibuat dan digambarkan di atas kertas sebelumnya dan ditandai beberapa bagian tertulis di atas kertas tadi dan dengan sedikit kebebasan untuk bereksperimen.

Di Soviet, editing dipandang sebagai satu hasil dari seni cipta. Sering terjadi bahwa cerita atau scenario dalam keseluruhannya mendapat satu perubahan yang lain daripada yang telah dirancang semula, setelah masuk editing room (kamar montage) untuk melakukan sesuatu perubahan, seorang editor harus mempunyai kebebasan untuk memperbaiki atau meninggikan mutu dari film yang hendak dirubahnya, berdasarkan atas basis dari konsep cerita atau skenario.

Setelah pekerjaan opname selesai, maka ratusan bahkan ribuan gambar-gambar kecil (frames) harus disortir kembali untuk kemudian disambung dari satu ke lain adegan, menurut konsep skenario dengan continuity yang sempurna pula menurut dan seperti yang dicita-citakan oleh pengarang dan penulis skenario.

Dalam menentukan dan menetapkan panjang pendek pengambilan dari sesuatu adegan , seorang sutradara harus konsekuen dan mempunyai pertimbangan yang matang dan bertanggung jawab, karena sering terjadi bahwa efek yang dicari, menjadi lemah atau terhalang oleh satu feet (kaki) film yang lebih atau kurang, dalam panjangnya ukuran film, walaupun tidak selalu feet (kaki) film, menjadi sebab, tetapi banyaknya gambar (frames) yang harus diperhitungkan dengan sangat teliti untuk mendapat efek-efek yang diharapkan.

Pengertian yang dalam dari reaksi penonton terhadap sesuatu film adalah satu kemenangan seorang editor yang selalu mencapai sukses dan ini terbukti dari hasil pekerjaannya yang sangat teliti teratur dan sempurna, hingga dapat membikin penonton terpesona, terharu, kagum, dan berpikir tentang apa yang baru disaksikannya.

Inilah sepintas lalu gambaran dari pekerjaan yang berat dan penuh bertanggung jawab seorang editor, walaupun sangat disesalkan, bahwa sang editor adalah orang yang boleh dikatakan tidak pernah dikenal oleh banyak pekerja-pekerja lain dalam studio, sehingga sampai pada waktu penyusunan credit titles dari sebuah film pun, sang editor tidak pernah mendapat tempat yang layak.

Anehnya, kritikus-kritikus yang oleh umum dianggap mengerti akan segala sesuatu jarang sekali pernah menyebut-nyebut atau menyinggung-nyinggung tentang pekerjaan yang sangat penting dari editing departemen, setelah sang kritikus menyaksikan preview dari sesuatu film. Keadaan inilah yang harus segera mendapat perhatian. lebih cepat lebih baik bagi kepentingan semua. Kritikan-kritikan yang jujur dan adil, pandangan-pandangan yang luas dari ahli-ahli kritik inilah yang tidak pernah diperoleh para editor yang bertanggung jawab atas sukses atau hancurnya sebuah film.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia