Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Insan Perfilman
Nama : Roekiah
Profesi : Aktris
Tempat_lahir : Bandung
Tanggal_lahir : 1917-12-01
Pendidikan : [ Tidak dicantumkan ]
Karya : Filmografi * "Terang Boelan" (1937) * "Fatimah" (1938) * "Gagak Hitam" (1939) * "Siti Akbari" (1939) * "Sorga ke Tudjuh" (1940) * "Roekihati" (1940) * "Koeda Sembrani" (1941) * "Poesaka Terpendam" (1941) * "Ke Seberang" (1944)
Penghargaan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926-1978 / Disusun oleh Sinematek Indonesia. -- Jakarta : Yayasan Artis Film dan Sinematek Indonesia, 1979

Bintang Cemerlang yang mulai mengangkat kedudukan pemain dalam perhatian yang luas ini terkenal sebagai pasangan romantis Rd. Mochtar. Dimulai dengan "Terang Boelan" (`37) karya Albert Balink, film pertama yang mencocoki selera penonton.Nama Roekiah tambah populer sesudah main dalam film "Fatimah" (1938). Karena sesuatu hal pernah berpasangan dengan R. Djoemala dalam film "KudaSembrani" (`41), tapi hasilnya tidak sehebat seperti yang dicapainya dengan film-filmnya bersama Rd. Mochtar. Selanjutnya main dalam film-film "Gagak Hitam" (1939), "Siti Akbari" (1939), "Sorga Ketoedjoeh" (1940), "Roekihati" (1941) dan "Poesaka Terpendam" (1941). Roekiah dipasangkan kembali dengan Rd. Mochtar dalam "Keseberang" (1944). Tak lama setelah menyelesaikan film itu Roekiah jatuh sakit. dan pada tahun 1945 mengnembuskan nafasnya yang penghabisan dan mendapat kunjungan kehormatan dari Ki Hajar Dewantoro sebagai Menteri P.D.&K dari Kabinet Pertama R.I.Roekiah dibesarkan di kalangan seni peran, karena kedua orang tuanya adalah seniman dan seniwati perkumpulan Opera "Poesi Indra Bangsawan". Ketika orang tuanya pindah main keperkumpulan Opera Rochani, Roekiah tampil pertama kali diatas panggung, dalam usia 7 tahun. Sepuluh tahun kemudian namanya mulai terkenal, sesudah tampil dalam pementasan-pementasan "Palistina Opera" di Jakarta. Gadis umur 17 tahun disaat itu bertemu dengan pemuda idaman hatinya Kartolo, Pemain, dan pemimpin Orkes Palistina Opera ; yang kemudian menjadi suaminya. Dalam film-filmnya bersama Rd. Mochtar, perintis dunia bintang film Indonesia ini selalu membawakan lagu-lagu ciptaan suaminya. Kartolo juga selalu muncul dalam film-film yang dibintang utamai istrinya, sebagai tokoh lucu/pelawak. Langkah Roekiah dan Kartolo dilanjutkan oleh anak mereka Rachmat Kartolo yang antara lain muncul dalam "Menjusuri Djedjak Berdarah" (1967), "Malam Djahanam" (1970), "Pinangan" (1976) dan lain-lain.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia