Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : 3 hati 2 dunia 1 cinta
Sutradara : Benni Setiawan
Produser : Putut Widjanarko; Haidar Bagir
Pemeran_utama : Reza Rahadian; Laura Basuki; Arumi Bachsin
Pemeran_pembantu : Rasyid Karim; Henidar Amroe; Robby Tumewu; Ira Wibowo; M. Assegaf; Zainal Abidin Domba; Jay Wijayanto; Hadad Alwi; Vicky Satria; Ira Savira
Keterangan : Produksi Mizan Production, 2009.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 90 menit
Media : Seluloid
Subjek : Drama sosial
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Benni Setiawan
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : Oscart Firdaus
Penata_suara : Handi Ilfat, Satrio Budiono
Penata_musik : Thoersi Argeswara
Penata_foto : Roy Lolang
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan :

Terpilih sebagai film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2010., dengan perhagaan: Benni Setiawan mendapatkan penghargaan penulis skenario  adaptasi terbaik; Benni Setiawan mendapatkan penghargaan sutradara terbaik; Laura Basuki sebagai pemeran utama wanita terbaik; Reza Rahardian sebagai pemeran utama pria terbaik; Rasyid Hakim sebagai pemeran pendukung pria terbaik; Oscart Firdaus sebagai penata artistik terbaik.

Sumber :

http://amriawan.blogspot.com/2010/06/3-hati-2-dunia-1-cinta-sinopsis-dan.html

http://www.republika.co.id/berita/senggang/film-musik/10/12/08/150998-film-3-hati-2-dunia-1-cinta-terbaik-di-ffi-2010

Rosid, pemuda muslim yang idealis dan terobsesi menjadi seniman besar seperti WS Rendra. Gaya seniman Rosid dengan rambut kribonya membuat Mansur, sang ayah, gusar karena tidak mungkin bagi Rosid untuk memakai peci. Padahal peci—bagi Mansur—adalah lambang kesalehan dan kesetiaan kepada tradisi keagamaan. Bagi Rosid, bukan sekadar kribonya yang membuatnya tidak mungkin memakai peci, melainkan karena Rosid tidak ingin keberagamaannya dicampur-baur oleh sekadar tradisi leluhur yang disakralkan. Ternyata tongkrongan seniman Risid membawa berkah juga. Delia, seorang gadis katolik berwajah manis, kepincut pada sosok Rosid. Tentu saja ini hubungan yang nekad . Rosid dan Delia adalah dua anak muda yang rasional dalam menyikapi perbedaan. Tapi orang tua mana yang rela dengan kisah cinta mereka. Maka mereka pun mencari cara untuk memisahkan Rosid dan Delia. Jurus Frans dan Martha, orang tua Delia, adalah dengan mencoba mengirim Delia sekolah ke Amerika. Berbeda lagi dengan Mansur. Ia berupaya menjinakkan Rosid dengan meminta nasihat Said, sepupunya yang ternyata tega menipunya. Muzna, ibunda yang sangat dihormati Rosid, pun turun tangan. Sang Ibu dengan bantuan Rodiah, adik suaminya, menjodohkan Rosid dengan Nabila, gadis cantik berjilbab yang ternyata mengidolakan Rosid, sang penyair. Memang, cinta Rosid dan Delia begitu kuat, tapi sekuat itu juga tantangannya. Selain perbedaan agama ternyata ada beban psikologis yang harus dihadapi jika mereka meneruskan hubungan itu hingga ke ikatan pernikahan. Berhasilkah mereka bersatu dalam ikatan perkawinan?

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia