Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Alangkah lucunya (negeri ini)
Sutradara : Deddy Mizwar; Aria Kusumadewa
Produser : Zairin Zain
Pemeran_utama : Reza Rahadian; Deddy Mizwar; Slamet Rahardjo; Jaja Mihardja
Pemeran_pembantu : Tio Pakusadewo; Asrul Dahlan; Ratu Tika Bravani; Rina Hasyim; Sakurta Ginting; Sonia; Teuku Edwin
Keterangan : Produksi Demi Gisela Citra sinema Film, dirilis pada 15 April 2010.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 105 menit
Media : Seluloid
Subjek : Satire
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Musfar Yasin
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : Yudi Datau
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : OST Alangkah lucunya negeri ini, Ahmad Albar (God Bless)
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://imanmenulis.blogspot.com/2010/04/film-alangkah-lucunya-negeri-ini.html

Muluk, sarjana Manajemen, tak pernah putus asa mencari kerja meski selalu gagal mendapatkannya. Muluk tak pernah bosan masuk kantor/perusahaan untuk melamar, meski keluar dengan membawa kekecewaan. Tapi kekecewaan itu menjadi kekesalan ketika memergoki seorang anak remaja tanggung yang seenaknya mencopet seorang lelaki tua. Muluk menyergap pencopet itu sambil mengancam akan melaporkannya kepada polisi. Namun, pertemuan dengan pencopet – bernama Komet – itu, ternyata membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, dan berkenalan dengan Boss bernama Jarot. Di sana ternyata berkumpul anak-anak seusia Komet, yang kerjanya hanya mencopet. Mereka terbagi tiga kelompok: Copet Mall, Copet Pasar, dan Copet Angkot. Muluk menawarkan ilmu manajemen yang dikuasainya untuk mengelola keuangan para pencopet, dan meminta imbalan 10% dari hasil nyopet anak-anak itu. Dengan uang yang dikelolanya, Muluk membuat program untuk mendidik para pencopet agar kelak tidak lagi mencopet. Untuk melaksanakan program itu, Muluk dibantu dua rekannya, yaitu Samsul, sarjana pendidikan yang kerjanya cuma main gaple di pos ronda, dan Pipit, D3 yang kerjanya cuma mengikuti kuis di TV. Mereka memberikan pelajaran agama, budi pekerti, dan kewarganegaraan kepada para pencopet. Pak  Makbul, ayah Muluk, senang melihat anaknya sudah bekerja. Apalagi, seperti pengakuan Muluk, bekerja di bagian SDM. Suatu saat, alangkah terkejutnya Pak Makbul ketika mengetahui bahwa anak-anaknya mendapat gaji dari hasil mencopet. Mereka sangat kecewa, dan mereka menangis di Mushola mohon ampun.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia