Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Oeroeg
Sutradara : Hans Hylkema
Produser : Budiati Abiyoga; Erwin Provoost; Helga Bahr; Paul Voorthuysen
Pemeran_utama : Martin Schwab; Rik Launspach
Pemeran_pembantu : Adi Kurdi; Ayu Azhari; Clara Sinta; Francois Beukelaers; Ivon Pelasula; Jeroen Krabbe; Joris Putman; Jose Rizal Manua; Josee Rutter; Peter Faber; Ramelan Bekkema; Tom Jansen; Tom van Bauwel; Tuti Heru
Keterangan : Jakarta: Added Films; Lichtblick Film Production; Multimedia NV; PT Prasidi Teta Film, 1992
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 119 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Drama
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Jean Van de Velde
Penulis_cerita : Jean Van de Velde
Penata_artistik : Roland de Groot
Penata_suara : A. D. Roest; Pepyn Aben
Penata_musik : Henny Vrienten; Tristan Keuris
Penata_foto : Walter Vanden Ende
Penyunting : Ot Louw
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://www.indonesianfilmcenter.com/
Yohan (Rik Launspach), anak pemilik perkebunan Kebon Jati, sejak anak-anak bersahabat dengan Oeroeg (Martin Schwab), anak pribumi pegawai perkebunan, meski tak disukai oleh ayahnya. Kisah lalu meloncat saat Yohan berlatih militer di Belanda dan ditugaskan ke Indonesia. Ia sangat merindukan ayahnya, sahabatnya Oeroeg, dan negeri yang selalu hidup dalam kenangannya. Ternyata negeri itu telah berubah. Ayahnya ditemukan meninggal. Ia menduga Oeroeg membunuhnya. Maka sepanjang film pencarian terhadap Oeroeg merupakan obsesinya. Kisah pun maju-mundur sesuai dengan perkembangan Yohan: antara masa kini dan masa lalunya yang selalu terngiang jelas di ingatannya. Bentuk maju-mundur ini yang membuat film ini lebih merupakan sebuah permenungan. Perbedaan Yohan yang Belanda kulit putih dan Oeroeg yang pribumi sudah muncul sejak kecil. Yohan ingin menghilangkan jarak itu, hingga ia berhasil bersama-sama dengan Oeroeg hingga remaja. Jarak tetap tak bisa hilang. Oeroeg malah merasakan dirinya juga terperangkap pada kebimbangan yang sama, hingga akhirnya memutuskan berpihak pada Republik Indonesia dan mengambil jarak tegas dengan Yohan, yang tetap tak bisa menerima keadaan itu. Sikap Yohan yang mendua ini yang membuat dia bersikap lain terhadap tawanan Indonesia yang tertangkap Belanda, hingga akhirnya ia diputuskan dipulangkan ke Belanda. Ia lari dan memenuhi undangan Oeroeg agar jumpa di tepi telaga kenangan mereka. Ternyata ia tertangkap tentara republik dan menjumpai Lida (Ivon Pelasula), gurunya waktu kecil, yang berpihak pada republik. Lida inilah yang menjelaskan bahwa ayah Oeroeg, Deppo (Joze Rizal Manua), meninggal bukan karena menyelamatkan Yohan waktu tenggelam di telaga, tapi karena mengambil arloji ayah Yohan yang juga jatuh saat peristiwa itu terjadi. Juga dijelaskan bahwa bukan Oeroeg yang membunuh ayah Yohan, karena saat itu Oeroeg sudah ditawan Belanda. Dua sahabat ini akhirnya bertemu, saat terjadi tukar-menukar tawanan. Sutradara bersikap tidak memihak pada permusuhan dua bangsa itu. Kekejaman perang masing-masing pihak ditunjukkan. Ia lebih memihak pada persahabatan dua manusia yang hancur karena nasib yang membuat mereka berbeda.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia