Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Sumpah pocong di sekolah
Sutradara : Awi Suryadi
Produser : Ody Mulya Hidayat
Pemeran_utama : Marcell Darwin; Fandy Christian

 

 

Pemeran_pembantu :

Hardi Fadhillah;Herichan; Joshua Pandelaki; Henidar Amroe

Keterangan : Produksi Maxima Pictures, dirilis tahun 2008.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 110 menit
Media : Seluloid
Subjek : Horor
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Awi Suryadi; Abbe AC
Penulis_cerita : Awi Suryadi; Abbe AC; Totos
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : Andi Rianto
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pocong_Di_Sekolah

Ramon (Marcell Darwin), Evan (Hardi Fadhillah), dan Dimas (Fandy Christian) adalah tiga sahabat di sebuah sekolah berasrama khusus laki-laki yang ketat disiplinnya. Suatu hari mereka kedatangan guru baru yang cantik dan seksi, Ibu Sonya. Hal ini memberikan ide bagi Evan dan Dimas untuk menyewa seorang penari telanjang, yang didandani seperti ibu Sonya dan didatangkan di sekolah, sebagai hadiah kejutan ulang tahun Ramon. Peristiwa ini segera menimbulkan kehebohan di kalangan murid-murid karena keesokkan paginya, semua Hp berisi rekaman video adegan syur penari tersebut.

Karena kehebohan yang meluap, kepala asrama bernama Pak Rizal mengetahuinya dan berniat untuk mengeluarkan Ramon, Evan, dan Dimas atas perbuatan mereka. Dalam perdebatan antara Pak Rizal dengan Ramon, Evan, dan Dimas, terjadi sumpah-sumpahan, yang akhirnya Ramon menantang untuk melakukan sumpah pocong. Saat memulai prosesi sumpah pocong, segera mereka dihentikan oleh kepala sekolah bernama Pak Sentot (Joshua Pandelaki). Tanpa siketahui sebabnya sebuah papan tulis di sebuah kelas mengalirkan darah.

Karena koneksi ayah Ramon, Heru (Alex Komang), perbuatan Ramon dapat dimaafkan. Heru dan Ramon sendiri mulai dihantui oleh sesosok wanita berwajah pucat dimana-mana. Sampai Ramon menjadi shock atas kejadian yang menimpanya dan menjadi penyendiri. Ketika Sekolah mengadakan acara tahunan bersama siswi Sekolah Edelweis, intensitas teror hantu wanita justru meningkat.

Bu Sonya menemukan sebuah Buku Kenangan tahun 1990 yang terjatuh.Pak Rizal dan Bu Sonya mempertanyakan kepada Pak Sentot mengenai perempuan yang berada dalam buku kenangan (yang wajahnya sama seperti hantu yang sempat dilihat Sonya) dan sejak kapan sekolah itu menjadi sekolah khusus laki-laki. Lewat alamat di Buku Kenangan, lewat keterangan dari ibu Bunga (Henidar Amroe), diceritakan bahwa Bunga-nama hantu atau gadis ini-kurang bisa bersosialisasi. Pada malam dimana hilangnya Bunga, sang ibu menemukan diary Bunga untuk mengetahui alasan hilangnya Bunga. Didapatilah bahwa Bunga dihamili oleh gurunya sendiri, yang ternyata adalah Heru, ayah Ramon.

Lewat flashback dari Heru, diceritakan bahwa Bunga telah diajak untuk diaborsi dan dalam perjalanan setelah pengarbosiannya, ia meninggal. Heru yang tidak ingin disalahkan menaruh mayat Bunga di sela-sela dinding kelas yang belum jadi kala itu. Dan, sepertinya Haru beruntung bahwa kelakuannya tidak berhasil diketahui oleh pihak-pihak lain. Haru yang mengenang memorinya di kelas yang sudah jadi di masa kini (Ia kembali ke sekolah saat menjenguk anaknya yang pingsan) bertemu kembali dengan Bunga dan Bunga, mengejarnya. Hingga ke sebuah tangga, dimana di undakan tertinggi, Bunga menjatuhkan Heru ke lantai dasar.

Di akhir film, Heru berhasil diselamatkan dan diopname di rumah sakit. Namun, kursi roda yang ditumpanginya bisa berjalan sendiri tanpa ada yang mendorong, Heru mengetahui, Bungalah yang mendorongnya.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia