Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Mengaku rasul: sesat
Sutradara : Helfi Kardit
Produser : Chand Parwez Servia
Pemeran_utama : Ray Sahetapy; Jian Bantari Anwar
Pemeran_pembantu : Alblen Fillindo Fabe; Fitri Ayu; M. Ihsan Tarore;Alvin Adam; Baby Zelvia; Hengky Tornando; Hj. Yumma Abu Bakar; Jefri Al Bukhori; Leroy Osmani; Mona Amira; Ning Tyas; Reza P. Khan; Vonny Cornelia
Keterangan : Jakarta: Starvision Plus, 2008
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 97 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Drama
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Helfi Kardit; Taufik Daraming Tahir
Penulis_cerita : Helfi Kardit; Taufik Daraming Tahir
Penata_artistik : Aput Budianto
Penata_suara : Adityawan Susanto
Penata_musik : Tya Subiakto
Penata_foto : Adityawan Susanto
Penyunting : Cesa David Luckmansyah
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://www.indonesianfilmcenter.com/ http://hot.detik.com/movie/read/2008/06/05/105056/950845/218/mengaku-rasul-film-religi-penuh-teka-teki
Sebuah desa di daerah Jawa Barat diresahkan oleh sebuah padepokan yang dipimpin Ki Baihaqi (Reza Pahlevi) dan Guru Samir (Ray Sahetapy). Padepokan yang tadinya adalah sebuah pesantren, kini berubah menjadi padepokan sesat. Guru Samir yang berdakwah disana bahkan mengaku Rasul. Tak sedikit mukjizat yang diperlihatkan Guru Samir untuk meyakinkan pengikutnya. Salah satunya adalah ia sering terlihat berada di dua tempat sekaligus. Rianti (Jian Bantari) seorang mahasiswa yang sedang bimbang karena masalah keluarga dan masalah percintaan dengan sang kekasih pun ikut termakan ajaran sesat Guru Samir. Orang tua Rianti bahkan sampai mengutus Ajie (Alblen Fillindo) kekasih Rianti untuk menyusul anak mereka ke padepokan. Kejadian demi kejadian dialami Ajie, namun tak juga dapat membuka mata dan hati Rianti. Suatu hari Marni, salah satu murid padepokan itu hamil, janin yang ada di kandungannya adalah anak Guru samir. Warga yang marah pun meminta pertanggungjawabanya. Namun dengan sikap munafik, Guru Samir membantah tuduhan tersebut. Ia bahkan berani memotong tangannya demi membuktikan kebenarannya. Ajaibnya, tangannya yang terputus dapat tersambung kembali. Kemarahan warga tak sampai di situ, beramai-ramai mereka membakar padepokan. Rianti pun menjadi korban. Anehnya Guru Samir yang ikut terbakar kembali bangkit dari kematian.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia