Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Badai pasti berlalu (remake)
Sutradara : Teddy Soeriatmadja
Produser : Philipus Wirjadi; Afi Shamara; Dian Mediana
Pemeran_utama : Raihannun, Vino G Bastian, Wingky Wiryawan
Pemeran_pembantu : Slamet Rahardjo; Agastya Kandou; Dewi Irawan; Indra Birowo; Fasha Sanda
Keterangan : Produksi : PT. Astral Chakra Pesona, Tahun 2007
Deskripsi_fisik : Film berwarna, durasi 104 menit
Media : Seluloid
Subjek : Drama
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Titien Wattimena
Penulis_cerita : Marga T.
Penata_artistik : Ary Juwono
Penata_suara : Handy Ilfat
Penata_musik : Andi Rianto
Penata_foto : Arya Teja
Penyunting : Dono
Soundtrack : Badai Pasti Berlalu
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan :

Film ini merupakan hasil produksi ulang (remake) film berjudul sama (Th.1977) dan dari Novel yang sama juga. BADAI PASTI BERLALU awalnya adalah cerita bersambung yang dimuat di harian Kompas. Karena banyak peminat, cerbung ini oleh penulisnya Marga T diterbitkan menjadi sebuah novel. Novel Badai Pasti Berlalu kali pertama terbit pada tahun Maret 1974. Begitu dirilis novel ini meledak di pasaran. Angka penjualan menembus 24.000 eksemplar. Ukuran yang sangat tinggi kala itu. Tahun 1978 lahir film BADAI PASTI BERLALU. Seperti novelnya meraup sukses besar. Ia menjadi film terlaris 1978-1979. Dan, menjadi film terlaris kedua di Jakarta dengan jumlah penonton 212.551 orang. Badai Pasti Berlalu memperoleh Piala Citra pada FFI 1978 di Ujung Pandang untuk kategori editing, fotografi, editing suara dan tata musik. Dan, meraih Piala Antemas FFI 1979 sebagai film terlaris. Album soundtrack-nya yang dinyanyikan Chrisye juga menuai sukses. Kesuksesan ini tak pelak membuat para pemain yang terlibat dalam film garapan Teguh Karya dengan skenario ditulis Arifin C Noor ini, meroket ke puncak popularirtas. Seperti Christine Hakim, Slamet Rahardjo Djarot dan Roy Marten.

Tahun 2007, 29 tahun kemudian, Astral Pictures me-remake film ini. Teddy Soeriatmadja, semula menolak waktu ditawari menggarap film ini. Dia khawatir karyanya akan dibanding-bandingkan karya Teguh Karya.Namun kemudian Teddy berpikir dengan me-remake BADAI PASTI BERLALU dirinya ingin memberikan tribute untuk Teguh Karya yang dikaguminya. Semula pengambilan gambar akan dilakukan di Malaysia. Namun karena tak cocok maka lokasi tetap di Jakarta. Seting waktunya pun mengambil waktu saat ini. Jika pada garapan Teguh Karya, tokoh Siska yang dimainkan Christine Hakim, tatkala patah hati lari ke villa puncak Bogor, maka remake-nya, dimainkan Raihaanun. Pelariannya tidak lagi ke Puncak tapi ke Bali.

Pada BADAI PASTI BERLALU versi Teddy, Slamet Rahardjo Djarot kembali terlibat. Tapi tentu kali ini ia berperan sebagai seorang bapak. Karakter yang dimainkan Slamet kala itu, kini ditempati Wingky Wiryawan. Sementara tokoh Siska yang dulu diperani Christine Hakim, kali ini dimainkan pendatang baru, Raihaanun. Dan Vino G Bastian menempati peran yang dulu diisi Roy Marten. Di sini Anda akan melihat akting Wingky Wiryawan memainkan karakter antagonis. Mungkin ini cukup surprise mengingat selama ini Wingky hanya bermain memerankan karakter protagonis. Remake BADAI PASTI BERLALU dipersiapkan beredar pada Februari 2007 bertepatan dengan momen Valentine Day.

Sumber : KapanLagi.com Katalog Film Indonesia 1926-2007 / JB Kristanto

Siska  (Raihaanun) yang patah hati karena tunangannya menikah dengan sahabatnya sendiri. Yang lebih menyakitkan, sahabatnya sudah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Kehilangan semangat hidup, Siska akhirnya berhenti dari pekerjaannya sebagai guru dan hidup menyendiri di vila keluarganya. Leo (Vino G. Bastian), teman karib kakak Siska, Johnny, kemudian mendekati Siska. Leo berupaya untuk membangkitkan semangat hidup Siska yang sudah terlelap dalam apati dan beku bagaikan sebuah gunung es. Tetapi begitu mengetahui motif di balik pendekatan Leo adalah sekerdar untuk memenangkan pertaruhan, Siska memutuskannya, padahal saat itu mereka baru bertunangan dan Leo benar-benar sudah tulus mencintai Siska.

Di saat hati Siska goyah, muncullah Helmi (Winky Wiryawan), seorang pianis di kelab malam yang dikelola oleh ayah Siska. Helmi adalah seorang pemuda yang lincah, perayu, dan licik. Ayah Siska punya affair dengan salah satu gadis yang bekerja di klab malam. Affair itu dijadikan senjata oleh Helmi untuk memaksa Siska menikah dengannya dengan cara mengancam akan memberitahu ibu Siska yang berpenyakit jantung tentang affair itu. Akhirnya Siska menikah dengan Helmi, walaupun tidak disetujui keluarganya karena perbedaan keyakinan dan status sosial.

Siska hidup menderita karena Helmi tetap dengan kebiasaannya dulu semasa masih bekerja di klab malam. Sering berselingkuh dengan wanita-wanita yang lebih tua. Sering berpesta pora dengan suara berisik di rumah. Siska juga diam-diam masih mencintai Leo, yang sementara itu sudah lulus kuliah dan menjadi dokter. Siska  akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya ibunya sudah tahu kalau ayahnya berselingkuh dan sudah memaafkannya. Tetapi sudah terlambat untuk bercerai dari Helmi karena saat itu Siska sedang hamil. Siska melahirkan anak laki-laki yang tampan, Cosa. Setelah Cosa lahir, Helmi masih saja lekat dengan kehidupan malam. Siska hidup dengan makan hati melihat semuanya itu, namun ia masih punya pelarian - Cosa yang disayanginya walaupun kehadirannya sempat ia sesali.

Suatu ketika Cosa demam.  Saat Cosa dilarikan ke rumah sakit, semuanya sudah terlambat. Cosa meninggal. Saat itu Helmi sedang di luar negeri. Helmi yang pulang ke rumah hanya disambut oleh istrinya dengan dingin. Setelah Siska memberithu Helmi tentang kematian Cosa, ia menuntut cerai dari Helmi.

Siska yang hancur menyepi lagi ke vila yang dulu ditempatinya sebelum menikah itu. Di sana, diabetesnya kambuh lagi. Saat itulah Leo kebetulan datang dan mengobatinya. Akhirnya semua kesalahpahaman terselesaikan. Siska dan Leo bersatu kembali.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia