Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Rumah Dara
Sutradara : Mo Brothers
Produser : Delon Tio; Fredie Yeo; James Toh
Pemeran_utama :

Ario Bayu, Shareefa Daanish, Sigi Wimala

Pemeran_pembantu : Julie Estelle, Imelda Therinne, Ruly Lubis, Daniel Mananta, Mike Lucock, Arifin Putra, Dendy Subangil
Keterangan : Dirilis pada tanggal 22 Januari 2010.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 95 menit
Media : Seluloid
Subjek : Horor
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/rumah-dara.html

Sejak kematian kedua orang tuanya, hubungan Adjie (Ario Bayu) dan adiknya, Lidya (Julie Estelle) kurang harmonis. Adjie dan istrinya, Astrid (Sigi Wimala) yang berencana memulai hidup baru di Australia, bermaksud pamit untuk terakhir kalinya pada adiknya.

Dengan ditemani tiga orang temannya, Jimmy (Daniel Mananta), Eko (Dendy Subangil), dan Alam (Mike Lucock), Adjie dan Astrid berangkat ke Bandung, tempat tinggal Lidya selama ini. Meski semula enggan, Lidya akhirnya luluh ketika mendengar sang kakak bakal tinggal di negara lain. Maka ketika Adjie meminta Lidya menemaninya ke bandara, Lidya pun tak keberatan.

Dalam perjalanan menuju bandara, secara tidak sengaja rombongan Adjie menemukan Maya (Imelda Therinne), seorang korban perampokan. Tak tega meninggalkan Maya, mereka pun sepakat mengantarkan Maya ke rumahnya. Dan di sinilah awal mula tragedi terjadi, namun keenam orang ini tidak menyadari bahaya yang mengancam nyawa mereka.

Setibanya di rumah Maya, mereka diterima dengan baik. Bahkan Dara (Shareefa Daanish), salah seorang penghuni rumah mempersilahkan Adjie dkk untuk masuk sejenak untuk menyantap makan malam. Tak disangka, setelah menikmati makan, mereka berenam tiba-tiba tak sadarkan diri.

Ketika tersadar, Adjie dkk telah dikurung di suatu ruangan di rumah tersebut. Tuan rumah yang baik hati telah berubah menjadi pembunuh sadis. Mereka berenam terjebak di tempat itu di mana mereka hanya menunggu ajal saat sang pembunuh mengambil nyawa mereka secara sistematis.

 

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia