Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Anakluh
Sutradara : Sirait, Eduart Pesta
Produser : Ugy Agustono
Pemeran_utama :

Rizky Hanggono; Shara Aryo; Masayu Clara

 

Pemeran_pembantu : Suci Winata
Keterangan : Produksi : Bomb Creative Production, dirilis tahun 2010.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi..
Media : Seluloid
Subjek : Drama
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Ugy Agustono
Penulis_cerita : Ugy Agustono
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan :

Berdasarkan novel Anakluh Berwajah Bumi ini di tulis oleh novelis Ugy Agustono.

Sumber :

http://www.tribunnews.com/2011/01/11/ada-yang-berbeda-di-film-anakluh

http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/film-anakluh-beda-dari-umumnya.html

Membesarakan dua anak perempuan seorang diri selama 18 tahun tentu bukan perkara mudah. Tak heran jika Idayu (Shara Aryo) memilih melupakan cinta pada lawan jenis untuk memberi perhatian penuh pada dua buah hatinya Mira (Masayu Clara) dan Kirei (Suci Winata).

Idayu bertemu dengan Nando (Rizky Hanggono) secara tak sengaja di Gedung Kesenian Jakarta usai menonton pertunjukan. Penampilannya yang masih muda, cantik, pintar, menarik membuat Nando tertarik. Secara tak sengaja pula di sebuah peluncuran buku mereka bertemu kembali. Akhirnya keduanya menemukan kecocokan dalam banyak hal. Nando yang masih melajang diusia kepala 4 merasa sangat nyaman berada di samping Idayu. Di rumah, Idayu yang membiasakan komunikasi terbuka dan jujur menceritakan kedekatannya dengan Nando pada dua buah hatinya. Karena sudah lama menjanda, mereka sangat mendukung langkah ibunya yang mau membuka kembali hatinya untuk pria. Hidup tanpa pernah mengenal sosok ayah, mereka pun penasaran dengan Nando.

Keterbukaan komunikasi antara Idayu, Mira, Kirei dan Nando sangat bagus. Mira mulai merasa nyaman setiap berdiskusi dan ngobrol dengan Nando. Mira seperti mempunyai seorang sahabat, teman, sekaligus seorang ayah. Mira mengagumi sosok Nando. Secara sembunyi-sembunyi, Mira mulai mencari tahu sosok Nando. Dan bahkan Mira mulai nekat menemui Nando di kantin kantornya. Dan, Mira pun jatuh cinta pada Nando, kekasih ibunya. Suatu malam, Mira berterus terang pada Idayu bahwa ia telah jatuh cinta pada Nando. Sebagai orang tua, Idayu dan Nando paham benar perasaan Mira yang selama ini tidak pernah mengenal sosok pria dalam hidupnya, kemudian menjadi sangat menganggumi Nando. Mereka sepakat untuk tidak menyakiti hati Mira. Idayu memutuskan mengalah, meninggalkan Jakarta, memilih bekerja dan menetap di Bali. Nando yang merasa gagal menahan Idayu tentu saja terluka hatinya dan menjadi marah dengan dirinya sendiri, karena dia sangat mencintai Idayu.

Suatu hari Idayu mendapat tugas untuk menemui client di Jakarta. Idayu tentu saja sangat senang, karena Idayu bisa sekaligus memberikan kejutan pada Mira, Kirei, dan Nando. Kedatangannya di Jakarta kali ini menghadirkan banyak kejutan bagi Idayu. Mira ternyata semakin tak terkendali. Ia tergila-gila pada Nando. Idayu tak bisa memilih Nando, karena akan melukai anaknya yang juga berarti melukai dirinya sendiri sebagai ibu. Sementara Nando terjebak dalam komitmennya pada Idayu untuk tidak melukai Mira.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia