Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : 3 pejantan tanggung
Sutradara : Iqbal Rais
Produser : Gope T. Samtani
Pemeran_utama : Ringgo Agus Rahman; Deddy Mahendra Desta; Dennis Adishwara
Pemeran_pembantu : Joe P. Project; Piet Pagau; Siti Anizah
Keterangan : Produksi Rapi Films, dirilis pada 30 Desember 201.
Deskripsi_fisik : Film berwarna ; durasi 82 menit
Media : Seluloid
Subjek : Drama komedi
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan :  
Sumber : Www.kapanlagi.com

Film ini menceritakan 3 orang mahasiswa modern yang sibuk dengan urusan gaul daripada kuliahnya. Harta (Ringgo Agus Rahman), Angga (Desta) dan Kris (Dennis Adishwara) mendapat jadwal sidang skripsi 2 minggu ke depan. Namun, mereka malah sibuk berpesta gila-gilaan. Angga mendorong Harta untuk menyatakan cinta pada gadis pujaannya. Namun, Harta mendapat perlakuan tragis dari gadis pujaannya. Tak ingin sahabatnya sedih, Angga dan Kris mengajak Harta bermabuk-mabukan. Betapa kagetnya ketika pagi-pagi mereka terbangun, sudah berada di tengah pedalaman hutan Kalimantan. Kris yang bangun pertama kali, baru menyadari bahwa mereka berada di dalam kapal kecil yang sedang menyusuri sebuah sungai besar. Tentu saja mereka panik, saat berusaha mencari tahu di mana mereka berada, mereka bertemu dengan sekelompok pria Dayak. Karena ketidak sengajaan Desta melempar batu, mereka dibawa ke kampung adat.

Sebagai tamu mereka diperlakukan dengan layak. Sialnya, saat Kris membakar singkong untuk makan, mereka justru membakar gubuk yang mereka tinggali. Mereka dihukum membangun kembali gubuk milik Riana (Siti Anizah), putrinya Kepala Adat (Piet Pagau). 3 sahabat yang pada awalnya membenci desa ini, perlahan mulai jatuh cinta. Warga desa yang begitu ramah dan tulus, anak-anak dayak yang ceria, keindahan alam yang masih asri, membuat mereka akhirnya bisa merasakan apa arti sejati dari kehidupan damai. Seminggu sudah mereka menyelesaikan membangun gubuk. Mereka pun teringat ujian skripsi seminggu lagi. Ingin segera pulang ke Jakarta mereka tak punya uang. Munculah Handoyo (Joe P-Project), seorang pengusaha serakah, bernafsu untuk memiliki desa yang memiliki kandungan emas hitam (batu bara) yang tinggi. Setelah tawaran uang ditolak kepala suku, ia merencanakan untuk membakar hutan di sekeliling desa. Namun, setelah bertemu trio sahabat itu, rencana diubah.

Dibantu Hamzah, seorang Dayak jahat yang ia sogok, ia membujuk 3 sahabat untuk menculik Riana. Jika berhasil menculik, Handoyo menyiapkan tiket dan akomodasi pulang ke Jakarta. Awalnnya Handoyo berjanji untuk tidak melukai Riana, supaya Harta yakin. Namun, Harta tidak ingin mengkhianati Riana yang mungkin adalah cinta sejatinya. Setelah Angga dan Kris bersikeras, dengan berat hati ia terpaksa menuruti permintaan 2 sahabatnya. Begitu esok hari tiba, mereka pun bergegas menjalankan rencana jenius mereka. Rencana tersebut gagal, mereka ketauan menculik Riana. Warga desa yang marah pun mengusir Harta dan kawan-kawan. Tanpa mereka duga, keinginan mereka akhirnya tercapai. Mereka diusir dari desa dan dipulangkan ke Jakarta, dengan kekecewaan Riana, kebencian warga desa dan hati Harta yang remuk. Sesampainya di Ibukota, Harta yang sedang marah, langsung memutuskan persahabatan dengan Angga dan Kris. Mereka berhasil melewati sidang skripsi. Harta selalu teringat akan desa di Borneo dan sosok Riana yang baik hati. Dan saat membuka kenangan foto dan rekaman video di ponsel, Harta menemukan persekongkolan jahat antara Handoyo dan Hamzah. Tak ingin sendiri, Harta kembali menyapa sahabatnya untuk diajak menyelamatkan suku dayak yang mereka tinggalkan. Keindahan panorama Kalimantan dibesut dengan manis oleh Iqbal Rais. Karena masih jarang film yang mengambil setting di Kalimantan, pemandangan alamnya memberi nilai plus untuk film ini. Tentang peran, Desta dan Ringgo yang sudah main beberapa kali dalam film yang sama, mampu membangun karakter sahabat yang dibutuhkan. Kisah konyol dan keluguan persahabatan mereka menjadi bahan tertawaan yang cukup menghibur.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia