Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Obama anak menteng
Sutradara : John De Rantau
Produser : Raam Punjabi
Pemeran_utama : Hasan Faruq Ali
Pemeran_pembantu : Angga Putra; Cara Lachelle; Eko Noer Hariyatno; Eko Nuh; Monica Sayangbati; Teuku Zacky; Yehuda Rumbindi; Ananda George
Keterangan : Jakarta: MVP Pictures, 2010
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 100 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Drama
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Damien Dematra
Penulis_cerita : Damien Dematra
Penata_artistik : Roma Rambeng
Penata_suara : Satrio Budiono
Penata_musik : Tya Subiakto
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : Andhy Pulung; Lilik Subagyo
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : * Nominator Piala Llayar Emas untuk kategori Pemeran Anak-Anak Terbaik (Monica Sayangbati) pada ajang Indonesian Movie Awards di Jakarta, tahun 2011.
Sumber : Http://www.indonesianfilmcenter.com/
Barack Obama atau yang bernama kecil Barry, sudah berada di Jakarta selama tiga tahun di Menteng Dalam. Kemudian ia pindah kerumah ayah barunya, Lolo Soetoro, setelah ibunya Ann Dunham yang sedang hamil dari Lolo, bercerai dengan ayah kandung Barry, Barack Obama Sr. yang merupakan orang Kenya. Berada di Menteng, membuat Barry merasakan pergaulan Indonesia sebenar-benarnya. Ia berteman dengan kedua tetangganya Slamet dan Yuniardi yang berbeda strata sosial dengan Barry. Oleh Ibunya, setiap mulai subuh Barry mengulang pelajaran tentang Amerika Serikat yang tidak diajarkan disekolah barunya, SD Negeri Menteng 01, semua itu terjadi pada umurnya yang kesembilan. Barry juga bersahabat dengan seorang banci yang menjadi supir sepeda Barry selama pergi ke sekolah, ia bernama Turdi. Barry kerap berteman dengan siapa saja dan sempat berselisih dengan geng Carut yang sangat kasar dengan Barry dan teman-temannya. Akibat perkelahian dengannya, Barry terkena benjol. Banyak warna juga yang terlihat seperti Turdi yang homoseksual dan sering berselisih dengan pacarnya, ketertarikan Barry kepada seorang siswi bernama Rebecca, dan permainan Indonesia yang diajari Slamet dan Yuniardi kepadanya. Juga terjadi dimana Slamet mematahkan tanpa sengaja hiasan Patung Liberty yang dimiliki Barry. Barry memutuskan Slamet untuk tetap menyimpannya. Ann mulai tidak suka dengan Menteng yang ia nilai kurang bersahabat bagi Barry. Namun Lolo selaku ayah yang bijak, mengajarkan Barry ilmu bela diri agar bisa menang melawan Carut. Lalu Carut dan gengnya kalah. Mereka yang pertamanya tidak adil, malah ingin bertanding adil dengan menyelenggarakan pertandingan sepak bola. Saat selesai latihan bersama Slamet, Yuni, dan teman satu lagi, Agus, melewati kawat berduri dan Barry terkena luka. Semakin giatlah Ann untuk mengajak Barry lagi ke Honolulu. Ann di Menteng melahirkan bayi, adik tiri Barry, Maya Soetoro-Ng. Sebuah pertandingan sepak bola akhirnya memenangkan Barry sebagai pemenangnya. Ia memutuskan bermaafan dengan Carut, dan Carut setuju. Barry kembali ke rumah dan mendengar berita tentang dirinya yang harus pindah, kendati tidak setuju, Lolo bisa memahami, begitupun Barry akhirnya. Untuk merayakan kemenangan, Turdi membantu Barry menyelenggarakan pesta. Disaat pesta, anak-anak itu termasuk Rebecca, berbicara tentang cita-cita dan Yuni mengatakan bahwa Barry saja yang jadi presiden. Sebuah bintang jatuh terlihat saat itu tanpa mereka sadari. Sebenarnya malam itu adalah malam terakhir dimana Barry tetap disana, tapi Barry tidak tega untuk memberitahukannya. Sementara Turdi disuruh Barry untuk tidak menceritakannya. Saat Barry harus pergi ke bandara, Barry mencari Slamet dan Yuni, tapi hanya menemukan Yuni saja karena Slamet masih disekolah. Yuni akhirnya berpamitan dengan Barry. Ditengah jalan saat mobil Barry berlalu, Barry melihat Slamet, dan menyampaikan selamat tinggal, Slamet melihatnya dan tersenyum. Dari saat itu, sepertinya Turdi memberitahukan kepulangan Barry kepada Slamet dan Yuni. Tetapi Slamet tidak tahu dan bertekad membetulkan miniatur Patung Liberty. Itulah yang Slamet genggam saat melihat mobil Barry yang berlalu.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia