Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Heart 2 Heart
Sutradara : Nayato Fio Nuala
Produser : Chand Parwez Servia
Pemeran_utama : Aliff Alli, Irish Bella
Pemeran_pembantu : Arumi Bachsin, Wulan Guritno George Taka Argatama Levy Indah Permatasari Miradz
Keterangan : Jakarta : Kharisma Starvision Plus, 2010
Deskripsi_fisik : Film berwarna, durasi 82 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Drama
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Titien Wattimena
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : Koesnadi WS
Penata_suara : Apec Reno
Penata_musik : Anto Hoed, Melly Goeslaw
Penata_foto : Nayato Fio Nuala, Freddy A. Lingga
Penyunting : Tiara Puspa Rani
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan :

Untuk 17 tahun ke atas

Dirilis 11 November 2010

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Heart_2_Heart

http://film.indonesiaselebriti.com/ulasan_film/ArchivesF/306172205321/HEART-2-HEART

indonesianfilmcenter.com

Semua berawal dari pertemuan tak sengaja antara Pandu (Aliff Alli) bersama sahabatnya (Argatama Levy cs) dengan Indah (Irish Bella), di sebuah danau nan indah. Tiga hari pertemuan-pertemuan ini berlanjut, Pandu dan Indah menemukan kebahagiaan yang diisi keindahan hutan, kebun teh, danau, dan cinta. Saat itu Indah sedang berlibur di villa bersama orang tuanya. Kebersamaan Pandu dan Indah terus terbawa dalam hati masing-masing ketika keduanya ke Jakarta, Pandu yakin apabila jodoh mereka akan bertemu kembali, Indah memang bersekolah di Jakarta, dan Pandu baru akan pindah ke Jakarta. Laksana jodoh, garis hidup yang sudah dituliskan Tuhan, Indah bertemu kembali dengan Pandu, dan cinta itu tetap ada walau kini ada rintangan. Indah sudah memiliki ‘pacar’, dan tepatnya jodoh pilihan mamanya (Wulan Guritno) bernama Ramon (Miradz). Hingga kemudian, sebuah kecelakaan merenggut sebagian hidup Indah. Penglihatannya dan pita suaranya. Saat itulah, kakak Indah (Arumi Bachsin) kembali, setelah selama ini pergi, karena menolak jadi boneka ibunya. Indah ibarat boneka rusak, menolak ditemani orang tuanya, apalagi pacar pilihan orang tuanya. Pandu kembali muncul. Pandu melepaskan sekolahnya di Jakarta untuk kembali ke desa, menyusul Indah, yang memilih menghabiskan kesendiriannya di villa. Pandu tak pernah membiarkan Indah sendiri, seberapa keras pun Indah menolaknya. Bersama-sama, Pandu dan sahabat Indah (Indah Permatasari) mencoba mengembalikan senyum Indah. Dan di situlah, di tempat awal mereka bertemu, Indah dan Pandu kembali bersatu. Seperti sebuah kalimat, “manusia boleh pergi, tapi cinta tinggal selama-lamanya”, begitulah kisah kasih mereka pun menjadi abadi.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia