Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Banteng Mataram
Sutradara : Bay Isbahi
Produser : Handy Muljono
Pemeran_utama : Hendra Cipta; Minati Atmanegara
Pemeran_pembantu : Arman Effendy; Azwar AN; Baron Achmadi; Baron Hermanto; Boy Cancero; Moorti Purnomo; Sa Hazadji; Sitoresmi Prabuningrat; Sri Sadhono; Wisnu Wardhana; Teddy Purba
Keterangan : Jakarta: PT Kanta Indah Film, 1983
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 98 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Drama sejarah
Bahasa : Bahasa Indonesia
Penulis_skenario : Hasmi
Penulis_cerita : Hasmi
Penata_artistik : Soedarsono DS
Penata_suara : Kemal Redha
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : Sutardjo
Penyunting : Mulyadi
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Katalog Film Indonesia 1926-1995 / JB Kristanto.-
Ki Ageng Mangir Wanabaya (Teddy Purba) adalah cucu dari trah Raja Brawijaya. Ia berusaha menegakkan kembali kejayaan Majapahit dengan modal kesaktian tombak pusaka Baru Klinting. Rencana itu diketahui oleh prajurit sandi Mataram melalui Tumenggung Joropati (Hendra Cipta). Untuk melawan Mangir yang memiliki kekuatan lebih,digunakan taktik mengirim putri raja (Minati Atmanegara)sebagai Pembayun dalam pertunjukan penari keliling. Rombongan berhasil mengadakan pertunjukan di pendopo Mangir. Pembayun berhasil memikat hati Mangir dan keduanya saling mencintai. Sulit bagi Pembayun karena kekasihnya adalah musuh negara dibawah pimpinan Panembahan Senopati, ayahnya sendiri. Pembayun akhirnya berterus terang terhadap Ki Mangir. Selanjutnya Ki Mangir berhasil dibujuk untuk pergi ke Mataram. Karena cintanya terhadap Pembayun Ki Mangir disertai rombongan menghadap Panembahan Senopati di istana Mataram. Di pintu masuk keraton,Joropati yang telah lama memendam cinta terhadap Pambayun, berusaha keras untuk membunuh dan melenyapkan Ki Mangir dan memaksa Mangir menyerahkan kerisnya. Karena sebelumnya Mangir telah menyerahkan tombak saktinya,terjadilah pertarungan yang tak seimbang. Akhirnya keduanya tewas di depan bangsal istana Mataram. Sebelumnya Ki Mangir sempat sujud di hadapan Panembahan Senopati dan tombak pusaka Baru Klinting berhasil dikuasai sebagai pusaka Mataram.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia