Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Gie
Sutradara : Riri Riza
Produser : Mira Lesmana, Leo Sutanto, Harjanto Halim, Jojo Policar
Pemeran_utama : Nicholas Saputra, Jonathan Mulia, Thomas Y Nawilis, Christian Audi
Pemeran_pembantu : Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Indra Birowo, Surya Saputra, Donny Alamsyah, Tumewu,Robby, Tutie Kirana, Gino Korompis, Rosaline Oscar, Soultan Saladin
Keterangan :

Jakarta : SinemArt Pictures, 2004

Jakarta : dan PT Miles Productions, 2004

Deskripsi_fisik : Film berwarna ; durasi 127 menit
Media : Seluloid
Subjek : Drama
Bahasa : Indonesia
Penulis_skenario : Riri Riza
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : Iri Supit
Penata_suara : Satrio Budiono; Handy Ilfat; Adityawan Susanto
Penata_musik : Thoersi Argeswara
Penata_foto : Yudi Datau
Penyunting : Sastha Sunu
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan :

Dari buku "Catatan Seorang Demonstran", catatan harian Soe Hok Gie. Panjang film sebelum lolos sensor.

Penghargaan

  • Piala Citra - Film Bioksop Terbaik
  • Piala Citra - Pemeran Utama Pria Terbaik (Nicholas Saputra)
  • Piala Citra - Pengarah Sinematografi Terbaik
  • Nominasi Piala Citra - Sutradara
  • Nominasi Piala Citra - Pemeran Pembantu Pria (Lukman Sardi)
  • Nominasi Piala Citra - Pemeran Pembantu Wanita (Wulan Guritno)
  • Nominasi Piala Citra - Skenario
  • Nominasi Piala Citra - Tata Artistik
  • Nominasi Piala Citra - Penyunting Gambar
  • Nominasi Piala Citra - Tata Suara
  • Nominasi Piala Citra - Tata Musik

Untuk 17 tahun ke atas

Dirilis 14 Juli 2005

Sumber :

Katalog Film Indonesia 1926-2007 / JB Kristanto.-- Jakarta: Nalar, 2007

http://id.wikipedia.org/wiki/Gie

http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-g003-04-997552/gie

indonesianfilmcenter.com

Diangkat dari kisah kehidupan Soe Hok Gie (Jonathan Mulia, Nicholas Saputra), aktivis dan penulis di tahun 60an. Kisah seorang yang selalu berada di luar (atau melawan) arus zaman. Gie dikenal sebagai orang lurus, jujur dan tidak kenal kompromi. Kejujurannya ini seringkali tidak bisa diterima oleh orang sekitarnya. Cintanya pada Indonesia dan dunia mahasiswa membuatnya selalu angkat bicara ketika ada yang dianggapnya akan merusak dua hal itu. Ia sangat kecewa ketika melihat perjuangannya melawan tirani dan rezim yang berkuasa saat itu, ternyata justru melahirkan rezim baru dan menyebabkan pembantaian jutaan orang yang dituduh komunis, termasuk sahabat masa kecilnya, Tjin Han (Christian Audi, Thomas Y Nawilis). Waktu berlalu. Orang-orang di sekitarnya mulai menyesuaikan diri dengan rezim baru, bahkan melakukan korupsi. Dia menolak untuk diam, meski dia bisa "masuk" ke lingkaran kekuasaan dan militer. Idealismenya ini membuat teman-temannya meninggalkannya, perempuan yang dicintainya, menolaknya. Hanya alam yang jadi tempat dimana ia bisa merasa diterima dan dicintai apa adanya. Mungkin film pertama Indonesia yang mengisahkan tokoh nyata yang tidak jatuh menjadi sekadar puja-puji, tapi berusaha menghadirkan sang tokoh dari segala sisinya. Kisah tokoh ini--meski yang tampak tokoh yang tersisihkan zaman--rasanya masih bicara pada zaman saat tokoh-tokoh terhormat dari Komisi Pemilihan Umum diperiksa karena korupsi, dan semangat materialisme sangat merasuki kehidupan masyarakat. Fotografi film ini juga unik, karena mencoba "menghidupkan" kembali warna film Indonesia tahun 1970an.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia