Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Pasir Berbisik
Sutradara : Nan Achnas
Produser : Shanty Harmayn; Christine Hakim; Harris Lasmana; Ueda Makato
Pemeran_utama : Christine Hakim, Dian Sastrowardoyo
Pemeran_pembantu : Didi Petet, Slamet Rahardjo, Mang Udel, Karlina Inawati, Dewi Sawitri, Dessy Fitri, Dick Doank
Keterangan : Jakarta : Christine Hakim Film, 2000
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 104 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Drama
Bahasa : Indonesia
Penulis_skenario : Nan Achnas, Rayya Makarim
Penulis_cerita : Nan Achnas
Penata_artistik : Paat, Frans XR
Penata_suara : Hartanto, Satrio Budiono
Penata_musik : Thoersi Argeswara
Penata_foto : Yadi Sugandi
Penyunting : Sentot Sahid
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : Whispering sands
Catatan :

* Sinematografi Terbaik, Penata Suara Terbaik; Sutradara Muda Paling Berbakat pada Festival Film Asia Pasifik (FFAP) 2001, Jakarta. * Aktris Terbaik (Dian Sastrowardoyo) pada Deauville dan Singapore International Film Festival 2002. * Terpuji untuk Aktris (Christine Hakim), FFB 2002. * Unggulan untuk Film; Sutradara; Musik (Theorsi Argeswara), FFAP 2001. * Unggulan untuk Fotografi; Suara; Musik; Artistik; Pemeran Utama Wanita (Christine Hakim; Dian Sastrowardoyo); Pemeran Pembantu Pria (Slamet Rahardjo; Didi Petet), FFI 2004. * Festival Filem Antarabangsa Singapura ke-15- Dian Sastrowardoyo memenangkan Artis Wanita Terbaik

Untuk 17 tahun ke atas

Dirilis tahun 2000

Sumber :

Katalog Film Indonesia 1926-2007 / JB Kristanto.-- Jakarta: Nalar, 2007

indonesianfilmcenter.com

Kisah tentang hubungan Berlian (Christine Hakim) dan anaknya, Daya (Dian Sastrowardoyo), yang sejak kecil ditinggal ayahnya, Agus (Slamet Rahardjo Djarot), seorang tukang obat kaki lima yang pergi berkelana tanpa berita. Sikap Berlian, yang membuka warung jamu dan suka membantu dukun beranak, sangat protektif terhadap anaknya yang berangkat remaja. Daya sering berkhayal bertemu dengan ayahnya. Ia juga suka menempelkan ke pasir untuk mendengarkan "bisikan". Karena ada "kerusuhan" di desa mereka (rumah- rumah dibakar tanpa sebab jelas), Berlian dan Daya pindah tempat lain yang juga merupakan lautan pasir, untuk memulai usaha seperti sebelumnya. Tiba-tiba muncul kembali Agus. Berlian tidak suka, tapi Daya mendapatkan apa yang selama ini dirindukannya. Ketidaksukaan Berlian terbukti: Agus menjual anaknya pada Suwito (Didi Petet), yang digambarkan sebagai rentenir. Berlian meracuni Agus dan memaksa anaknya pergi bersama Kakek (Drs. Pumomo) yang digambarkan selalu bernostalgia pada zaman Jepang, karena di desa itu tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Jalinan kisah yang sebetulnya linier ini tampaknya ingin diuraikan secara puitis dengan gambar-gambar indah, seperti gambar-gambar pasir dalam "The English Patient". Akibatnya, konteks sosial menjadi tidak cukup jelas, kecuali mereka berasal dari masyarakat bawah. Tempat dan waktu kejadian juga tidak jelas, meski sayup-sayup ada potongan suara pidato Bung Karno sekitar G-30-S. Film dengan demikian menjadi potongan- potongan pernyataan "feminis" menentang patriarki: ayah yang tak bertanggungjawab, kekejaman, dll.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia