Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Satu nyawa dalam denting lonceng kecil
Sutradara : Abiprasidi
Produser : Budiati Abiyoga
Pemeran_utama : Jajang C.Noer; Mimi Hatch
Pemeran_pembantu : Husni Toni Hasan; Teddy Setiady;Irfan `Prambors` Ihsan; Faisal Alaydrus; Fajar Adhianto; Gemah Aristillany; Nana Suharyadi; Yusuf; Weelee de Big Man
Keterangan : Dirilis pada 2002.
Deskripsi_fisik : Film berwarna ; durasi 90 menit
Media : Seluloid
Subjek : Horor
Bahasa : Bahasa Indonesia
Penulis_skenario : Tatia
Penulis_cerita : Tatia
Penata_artistik : Suherlin
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : Eddy Surachman
Penyunting : Endang
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Katalog Film Indonesia 1926-2007 / JB Kristanto.-- Jakarta: Nalar, 2007

Setelah bisnisnya hancur, Hanggar suka mabok, judi dan memukuli Risma, istrinya. Di rumah itu tinggal pula Tami, kakak sepupu Risma, dan anaknya, Bano, dan seekor kucing.

Suatu malam Hanggar pulang pulang dalam keadaan teler, dan meninggal karena dipukul seseorang. Begitu juga kucing mereka. Risma menduga bahwa Tami lah yang melakukannya, karena tak tega melihat adiknya selalu dipukuli. Mereka mengubur Hanggar dan memberi alasan serangan jantung.

Risma kemudian terima kos. Yang kos selalu tidak kerasan karena kejadian-kejadian menakutkan di rumah itu. Terakhir ada lima remaja kos di situ. Mula-mula mereka juga tidak tahan dengan hal-hal aneh di rumah itu, tapi karena solider dengan salah seorang yang tak punya uang, mereka bertahan dan menghadapi keanehan itu. Peristiwa aneh itu terutama dialami oleh Bano. Risma heran, sampai datang pengakuan Tami bahwa Bano adalah anak Hanggar hasil perkosaan terhadap dirinya. Suatu kali gangguan membuat Bano pingsan , hingga anak-anak kos memutuskan perang terhadap si pengganggu. Mereka meditasi bareng-bareng dipimpin Bobot yang punya kelebihan berhubungan dengan dunia halus. Di tengah meditasi, Tami kena gangguan nafas bersamaan dengan suara gemerincing dan tawa menyeramkan.

Mendadak Bano datang, lalu menantang si arwah agar tidak mengganggu ibunya, cukup dirinya saja yang ternyata pembunuh Hanggar. Suara makin keras, Bano ambruk.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia