Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Tertembaknya seorang residivis
Sutradara : Imam Tantowi
Produser : [ Tidak dicantumkan ]
Pemeran_utama : Advent Bangun; Barry Prima; Wieke Widowati
Pemeran_pembantu : Amin Ansari; Anen Wijaya; Belkiez Rachman; Hasan Dollar; Herman S.; Joescano Jusuph; Maximillian; Teddy Mala; Tina Winarno
Keterangan : Produksi PT Kanta Indah Film, dirilis tahun 1985.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 84 menit
Media : Seluloid
Subjek : Film laga
Bahasa : Bahasa Indonesia
Penulis_skenario : Imam Tantowi
Penulis_cerita : Purba, Teddy
Penata_artistik : Herman Suhirman
Penata_suara : Endang Darsono
Penata_musik : Rezky Ichwan
Penata_foto : Berti R.P. Mottoh
Penyunting : Janis Badar
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber :

Katalog Film Indonesia 1926-1995 / JB Kristanto.-- Jakarta: Grafiasari Mukti, 1995

http://koleksikertasdjadoel.blogspot.com/

Wawan (Barry Prima), yatim piatu yang tumbuh di tengah kaum gelandangan pencoleng. Bersama teman-temannya dia harus setor pada boss mereka yang kejam dan senang menyiksa bila setoran dirasa kurang. Keadaan ini terbawa saat dia dewasa dan mulai menegakkan bendera, meski tetap bekerja untuk seorang boss. Kadar kejahatannya tidak kecil-kecilan lagi. Ia punya satu pantangan: tak membunuh. Pantangan ini terlanggar, saat dia merampok rumah seorang pedagang emas. Sirene ambulans yang disangka polisi, membuat anak gadis pedagang yang sembunyi dalam kamar lari. Wawan panik dan menembaknya hingga mati. Ia sempat menaruh bunga di pusaranya. Peristiwa ini menghantuinya terus, hingga --dengan dorongan pacarnya, Suci (Wieke Widowati) yang dikenalnya di tempat pelacuran-- Wawan berniat mengundurkan diri dari dunia kejahatan. Dia bekerja sebagai buruh kasar di sebuah proyek bangunan. Kawan-kawannya khawatir dia berkhianat, maka mereka ingin menyingkirkan Wawan. Saat perkelahian satu lawan ramai-ramai, Daniel (Advent Bangun), kawan sekerja, membantunya. Daniel yang mengaku preman Surabaya, mengajak bergiat kembali. Wawan tetap menolak. Bersama Suci, ia ingin ke desa. Niat itu tak kesampaian. Semalaman berjalan bersama dengan Daniel, tahulah dia bahwa Daniel adalah intel polisi. Daniel sendiri punya dendam, karena gadis pedagang emas yang ditembak Wawan, adalah calon istrinya. Wawan berbalik. Ia bertekad menyerahkan diri pada polisi. Sesampai di rumah, didapatinya Suci mati disiksa. Maka berangkatlah Wawan dan Daniel menantang bekas kawan-kawan Wawan. Berhasilkah Wawan dan Daniel? Dan bagaimanakah akhir dendam Daniel kepada Wawan?

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia