Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Lukisan berlumur darah
Sutradara : Imam Tantowi; Torro Margens
Produser : Handi Muljono
Pemeran_utama :

Tiara Jaquelina; Yurike Prastica; Piet Pagau; Dharma Harun

Pemeran_pembantu :

Armand Arroisi; Hesti Syani; Moch Riska; Abdi Wiyono; Yoseph Hungan; Hamza Wahid; Arie Sandjaja

Keterangan : [ Tidak dicantumkan ]
Deskripsi_fisik : Film berwarna; Durasi 86 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Film Horor, Industri Gambar Hidup, Film
Bahasa : Indonesia
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : Harahap, Abdullah
Penata_artistik : Marlan Jass
Penata_suara : Hartanto
Penata_musik : Sherman
Penata_foto : Subakti IS
Penyunting : Janis Badar
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber :

Katalog Film Indonesia 1926-1995 / JB Kristanto.-- Jakarta: Grafiasari Mukti, 1995

Dua penjahat merampok rumah Diarsi (Yurike Prastica). Suaminya dibunuh. Pembantunya, Yunan (Piet Pagau) terluka, tapi Diarsi berhasil membunuh dua perampok itu dan entah kenapa tak lapor polisi dan memilih menguburkan mayatnya diam-diam di bawah pohon beringin depan rumah dan kamar mandinya. Agus (Dharma Harun), guru SMA dan istrinya, Hanna (Tiara Jaquelina) membeli rumah tua terbengkalai yang agaknya ditinggalkan pemiliknya dari seorang makelar. Malam hari beringin di depan rumah itu tercerabut dan tampak tulang belulang manusia. Polisi mencari pemilik rumah sebelumnya yang tak diketahui tempat tinggalnya lagi. Hanna jatuh cinta pada lukisan wanita yang rusak pada saat peristiwa perampokan, dan memperbaikinya. Hanna jadi sering mimpi seperti melihat peristiwa yang terjadi di rumah itu. Agus juga sering diganggu mimpi tapi kemudian hilang berkat dia bersembahyang sesuai petunjuk ulama. Hanna yang tak bersembahyang sering kerasukan roh Diarsi, yang dalam mimpi Hanna ketahuan dibunuh oleh Yunan. Tampaknya Yunan dan Diarsi lalu berumah tangga. Roh Diarsi ini ingin membalas dendam. Maka sekali waktu Hanna tanpa sadar membunuh murid Agus. Luka di dada murid itu membuat Agus kaget, karena tepat seperti dalam mimpinya. Puncaknya Hanna tanpa sadar akan membunuh Agus. Untung Yunan yang selama ini hanya mengintip-intip saja, datang dan melerai. Ia tahu roh Diarsi merasuki Hanna. Dengan mengalungkan tasbih ke leher Hanna, roh Diarsi pergi. Yunan dianiaya. Atas petunjuk ulama yang bergegas datang, lukisan dibakar oleh Hanna. Roh menghilang.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia