Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Misteri harta karun
Sutradara : Anton Erlangga
Produser : Gordhan PS
Pemeran_utama :

Sally Marcelina; Darsa Warsana Putra

Pemeran_pembantu :

Melissa Saila; Faizal Hussein; Dolly Martin; Tiffany; Maria Violanita; Abdi Wiyono; Simon Pitta; Karsiman Gada; Atin Martino; Hussein Abu Hassan; Pedro Sudjono

Keterangan : [ Tidak dicantumkan ]
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 82 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Film detektif, Industri Gambar Hidup, Film
Bahasa : Indonesia
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : Anton Erlangga
Penata_artistik : Taslim, St
Penata_suara : Zakaria Rasyid
Penata_musik : Emier Abay
Penata_foto : Harry Susanto
Penyunting : Syamsuri, SK
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber :

Katalog Film Indonesia 1926-1995 / JB Kristanto.-- Jakarta: Grafiasari Mukti, 1995

Asih (Sally Marcelina), Sinta (Melissa Saila), Ganda (Faizal Hussein), Agus (Darsa Warsana Putra) dan Iwan (Dolly Martin), nekat memasuki wilayah hutan angker di kaki Gunung Batu yang ditakuti penduduk setempat. Mereka hendak menyelidiki sebuah batu bertulis atau prasasti, sesuai tugas mahasiswa sejarah. Mereka lari dari rumah dukun tempat mereka menginap, karena hendak dibunuh oleh dukun yang dikuasai siluman penguasa pulau itu. Dalam perjalanan Asih jatuh ke jurang dan tiba-tiba berada di sebuah gua milik raja Siluman Air yang aneh dan menyaksikan sekelompok orang membawa tubuhnya yang terkulai. Ia mengikuti kelompok itu dan bertemu Puti (Tiffany) yang meminta Asih membantunya mengambil cambuk api Siluman Air. Puti bercerita siapa dirinya. Maka film kembali beratus tahun kemudian pada zaman Mataram. Ayah Puti yang serakah lupa memberi tumbal pada Siuman Air, hingga Puti dijadikan sandera. Ayahnya mati dibunuh penduduk setempat yang dikejami. Mayat dan hartanya disimpan dalam dua peti di dekat batu prasasti. Arwahnya gentayangan terus. Agar bisa mati sempurna, cambuk api milik Siluman Air bisa membantu. Asih berhasil mengambil cambuk, tapi Puti mati. Di bagian lain, Agus dan Iwan menemukan harta karun dan saling membunuh. Keduanya binasa. Sedangkan Sinta dan Ganda sibuk mencari Asih yang diperkirakan jatuh di sungai dasar jurang. Gadis itu ditemukan. Puti lalu melecutkan camapk apinya hingga gua runtuh.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia