Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Ponirah terpidana
Sutradara : Slamet Rahardjo
Produser : Manu Sukmajaya, A. Gunawan
Pemeran_utama :

Christine Hakim; Ray Sahetapy; Nani Vidia

Pemeran_pembantu :

Bambang Hermanto; Slamet rahardjo; Agus T.Sudibyo; Heru Sutopo; Clara Sinta; Moortri Purnomo; Sitoresmi Prabuningrat; Teguh Karya; N. Riantiarno

Keterangan : [ Tidak dicantumkan ]
Deskripsi_fisik : Film berwarna ; 107 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Film, Sinematografi, Industri Gambar Hidup
Bahasa : Indonesia
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : Slamet Rahardjo
Penata_artistik : Benny Benhardi
Penata_suara : Suparman Sidik
Penata_musik : Eros Djarot
Penata_foto : Tantra Surjadi
Penyunting : George Kamarullah
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan :

* Citra FFI 1984 untuk Pemeran Pembantu Pria (Bambang Hermanto), Editing, Artistik. * Penghargaan Dewan Juri (Special Jury Prize) dalam Festifal Film Tiga Benua III Nantes, Perancis. *Unggulan FFI 1984 untuk Film, Sutradara, Skenario, Pemeran Utama Pria (Ray Sahetapy), Pemeran Utama Wanita (Christine Hakim), Pemeran Pembantu Pria (Slamet Rahardjo), Fotografi, Musik

Sumber :

Katalog Film Indonesia 1926-1995 / JB Kristanto.-- Jakarta: Grafiasari Mukti, 1995

Ponirah dianggap sebagai anak pembawa sial, karena ibunya meninggal ketika melahirkannya. Kemudian kakaknya, Permadi, juga tewas tertabrak truk ketika memboncengkan Ponirah sewaktu kecil, dengan sepeda. Nyaris Ponirah ditikam dengan keris oleh ayahnya, Jabarudi (Bambang Hermanto) yang kalap. Trindil (Christine Hakim), pelayan yang setia membawa lari meninggalkan rumah. Sejak saat itu Trindil mengasuh Ponirah sebagai anak sendiri. Trindil sempat menjadi penari ronggeng, bahkan menjual tubuhnya dengan menghuni komplek pelacuran di daerah Yogyakarta, demi menghidupi Ponirah. Saat Ponirah dewasa (Nani Vidia) dan duduk di bangku SLA, guru baru Guritno (Slamet Rahardjo) sangat memperhatikannya. Ponirah merasa dimata-matai oleh Guritno yang sebenarnya adalah pamannya sendiri, yang mendapat tugas dari mendiang Jabarudi untuk mencari Ponirah. Merasa terus diamati oleh Guritno, Ponirah meninggalkan Trindil untuk mengikuti pemuda Jarkasi (Ray Sahetapy) ke Jakarta. Trindil putus asa lalu nekad gantung diri. Jarkasi sebenarnya bukan pemuda baik-baik, ia hanya calo pencari wanita muda ke daerah untuk dijadikan wanita penghibur di ibu kota. Tetapi Jarkasi ternyata jatuh cinta pada Ponirah. Sebaliknya, Ponirah menyatakan tekadnya untuk menjadi wanita penghibur termahal. Jarkasi tak berdaya menghadapi tekad Ponirah. Sang boss, Frangky Darling (Teguh Karya), tetap ingin menjemput Ponirah. Sementara itu Guritno terus mencari dan sempat bertemu Jarkasi. Saat Guritno mendahului menyerbu masuk ke dalam rumah, malah menjadi korban tikaman gunting Ponirah, yang sebenarnya berniat membunuh Franky. Jarkasi mengaku dialah yang membunuh Gurtino. Penyelidikan polisi akhirnya membongkar apa yang sebenarnya terjadi. Ponirah terpidana, dengan membawa bekal cinta murni Jarkasi.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia