Pencarian pada:
 
Detail Cantuman artikel
Judul : Dilan sebagai Film Penanda Zaman di Era Millenial
Gambar : Dilan_sebagai_Film_Penanda_Zaman_di_Era_Millenial.jpg
Penulis : Devy Octafiani
Subjek : Film Indonesia, Industri Gambar Hidup, Perfilman Indonesia

Seperti musik, film juga menjadi bagian dan menjadi representasi sebuah budaya. Tak jarang sebuah film yang tayang di suatu waktu mewakili peristiwa atau generasi di masa itu. Bila ini terjadi, sebuah film terukur sukses tanpa mempermasalahkan angka atau jumlah penonton. Rilis di 2002, ada Ada Apa dengan Cinta?  yang menjadi ikon para remaja di generasi X. Penggalan puisi  pecahkan saja gelasnya karangan Rako Prijanto itu mengena di ingatan banyak orang. "Nggak banyak film yang jadi generation marking. Dan biasanya, film-film seperti itu sukses meski jumlah penontonnya nggak banyak," ungkap sutradara Putrama Tuta.

 

Istilah generation marking dapat diartikan sebagai penanda sebuah zaman atau generasi. Di momen hari film nasional ini, tak hanya mengingatkan meningkat dan makin majunya film Indonesia dari sisi angka atau film Indonesia mana yang meraih raupan penonton terbanyak.

Di era millenial saat ini, ada "Dilan" yang berhasil merepresentasikan kehidupan remaja kekinian. Dari buku karangan Pidi Baiq, film itu sukses membawa penggalan dialog "rindu itu berat, biar aku saja" yang diucapkan Dilan kepada perempuan yang ia cintai, Milea menjadi populer.

 

Dirilis di 2018, Dilan  dianggap berhasil dari sisi cerita maupun segi bisnis film ini. Ia meraup jumlah penonton tertinggi kedua setelah "Warkop DKI Reborn" yakni 6,3 juta penonton.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia