Pencarian pada:
 
Detail Cantuman artikel
Judul : Kisah Titin Sumarni, artis tercantik yang berakhir menyedihkan
Gambar : Kisah_titin_sumarni_artis_tercantik_yang_berakhir_menyedihkan_1505119.jpg
Penulis : Fadila Adelin
Subjek : Film

Mendengar nama Titin Sumarni, mungkin asing di telinga sebagian orang khususnya anak muda. Namun bagi para pecinta film lawas tanah air nama Titin Sumarni pernah memikat hati mereka dengan film-film yang dibintanginya. 

Ya, Titin Sumarni pernah menghiasi dunia perfilman Indonesia pada tahun 1950an. Wanita dengan ciri khas tahi lalat di bibirnya tersebut lahir di Surabaya 28 Desember 1930. Semasa hidupnya, Titin Sumarni pernah menjadi bintang film terkenal yang kepopulerannya sempat mengalahkan artis-artis tahun 50an seperti Netty Herawati, Elya Rossa dan lain-lain. Banyak yang jadi fans beratnya antara lain Bung Karno. Titin Sumarni bahkan disebut sebagai artis tercantik Indonesia pada masa jayanya.

Titin Sumarni adalah keturunan Sumedang yang dilahirkan di Surabaya, debut pertama dalam perfilman dimulai tahun 1953 dengan judul \"Putri Solo\" yang produksi perusahaan film Bintang Surabaya, dilanjutkan dengan beberapa film lainnya yang sempat menjadi \"box office\" pada masa itu. Penampilan perdananya tersebut berhasil memikat banyak penonton yang membuat namanya langsung meroket dalam jajaran artis papan atas Indonesia. 

Kesuksesannya di dunia perfilman tidak dibarengi dengan kisah rumah tangganya yang berantakan. Seperti tertulis dalam buku karangan Lingga Wisjnu berjudul Rahasia hidup R.A. Titin Sumarni, pada awal ketenarannya dia bercerai dari Mustari, suami pertamanya yang seorang pegawai negeri biasa.

Kemudian dia menikah dengan Saerang, seorang pengusaha kaya dari Sulawesi Utara.

Film terakhir Titin berjudul \"Janjiku\" yang tayang pada tahun 1956, setelah itu dia menghilang dari perfilman. Pada tahun 1966 tiba-tiba dia dikabarkan menderita sakit keras oleh wartawan. Tidak hanya itu, setelah kembali menjadi janda hidupnya sangat melarat dan tidak memiliki biaya untuk berobat. 

Terbaring tak berdaya dia mengandalkan belas kasihan orang. Dulu sebagai aktris terkenal dengan kekayaannya, mobil lebih dari satu, beberapa bangunan rumah, tapi sesudahnya dia hanya memiliki beberapa lembar pakaian yang sudah lusuh.

Penyakit yang sudah dideritanya bertahun-tahun tersebut akhirnya merenggut nyawanya pada 15 Mei 1966 dalam usia 35 tahun. Hal tersebut seharusnya dapat menjadi contoh bagi artis-artis masa kini bahwa penghasilan dari buah ketenaran tersebut seharusnya digunakan dengan bijaksana. 

Lingga Wisjnu dalam pengantar bukunya menulis, “dan ia pula menjadi bintang pertama dan hendaknya bintang terakhir kita yang diracun orang dengki dan jahil, dengan niat menghabiskan nyawanya.”

Sumber : http://www.brilio.net/news/kisah-titin-sumarni-artis-tercantik-yang-berakhir-menyedihkan-1505119.html

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia