Pencarian pada:
 
Detail Cantuman artikel
Judul : Dunia Iklan dan Pekerja Asing
Gambar : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis : Bimoyadi Soemarmo
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]

Masalah pekerja asing (bukan hanya orang Malaysia) memang sudah beberapa waktu belakangan ini jadi big issue, apalagi sejak peraturan made in Indonesia diterapkan pemerintah. Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan masalah pekerja asing ini karena khusus untuk bidang periklanan, sebagian agency besar atau multinasional, merasa bahwa kita masih kekurangan tenaga yang dianggap qualified untuk mengerjakan film iklan untuk klien-klien kita. Tenaga yang dimaksud terutama adalah film director yang bisa membuat/eksekusi iklan menjadi lebih baik tanpa lari dari objective iklan itu sendiri. Saya masih ingat pertamakali bekerja di bidang periklanan, waktu itu ada 3 production house besar yaitu Katena, Axis dan Squarebox. Ketiganya dimiliki oleh asing dan menurut saya boleh dibilang mereka adalah pelopor tumbuhnya production house yang khusus membuat film iklan.

Pada masanya (1990an) production house adalah tempat ‘belajar’ bagi agency dan client. Production house yang (memang seharusnya) menguasai masalah teknis, lebih berperan dalam semua eksekusi. Agency dan client lebih mendengarkan. Kalaupun ada komentar, itu lebih kepada acting si tokoh yang harus seperti ini atau seperti itu. Selanjutnya, agency mulai involve dan ‘mengatur’ production house dalam pengertian ikut campur saat si film director mempresentasikan shootingboard-nya. Misalnya agency sering minta tambahan atau mengubah shot-shot tertentu yang dirasa akan menambah kuat pesan yang ingin disampaikan. Pada masa ini agency sudah mulai ‘memilih-milih’ film director yang dianggap paling cocok untuk mengerjakan film iklan tertentu.

Sekarang, client sudah dalam tahap involve dan ‘mengatur’ production house!!! dan tentunya client juga lah yang memiliki decision power untuk memilih siapa film director yang akan dipakai untuk mengerjakan film iklan mereka, terlepas dari siapa yang direkomendasi oleh agency. Sebenarnya film iklan yang bagus itu seperti apa sih sehingga agency dan client begitu selektif dalam memilih film director? Sama halnya seperti film cerita, pendapat orang beragam terhadap film yang baik itu seperti apa. Film iklan dibuat untuk memberi informasi tentang produk, misalnya ada sebuah produk baru. Bisa juga memberi informasi tentang keunggulan produk, promosi berhadiah, dan lain-lain. Semua informasi ini bisa disampaikan dengan cara hard selling, dengan cara simple ataupun dengan cara yang creative. Ini tergantung brief dari

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia