Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Insan Perfilman
Nama : Dicky Zulkarnaen (Iskandar Zulkarnaen)
Profesi : Aktor
Tempat_lahir : Jakarta
Tanggal_lahir : 0000-00-00
Pendidikan : ATNI (1957)
Karya : Filmografi : - Sehelai Merah Putih (1960), - Asmara dan Wanita (1961), - Kami Bangun Hari Esok (1963), - Ekspedisi Terachir (1964), - Matjan Kemajoran (1965), - Minah Gadis Dusun (1966), - Gadis Kerudung Putih (1967), - Nji Ronggeng (1969), - Si Pitung (1970), - Banteng Betawi (1971), - Pemberang (1972), - Laki-Laki Pilihan (1973), - Bandung Lautan Api (1974), - Cinta Abadi (1976), - Diana (1977), - Si Ronda Macan Betawi (1978), - Janur Kuning (1979), - Si Pitung Bangkit Kemb
Penghargaan : - Pemain harapan PWI untuk film Si Pitung dan Salah Asuhan, - Pemeran pembantu terbaik FFI 1973 untuk film Pemberang.
Sumber : Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926-1978 / Disusun oleh Sinematek Indonesia. -- Jakarta : Yayasan Artis Film dan Sinematek Indonesia, 1979

Tokoh yang telah banyak membangun citra perfilman nasional dan pemeran film “Jagoan Betawidialah Iskandar Dicky Zulkarnaen. Ia memulai debut di dunia perfilman pada tahun 1959,  ketika itu ia masih bekerja sebagai karyawan dan figuran film. Baru pada tahun 1973, ia mendapat tawaran serius dalam film Salah Asuhan, Sebagian besar film-film yang diperankannya adalah jagoan silatDicky yang pernah menjadi Ketua II Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), tetapi mundur pada tahun 1977 karena tidak sepaham dengan ketuanya, Soedewo, memang dikenal berpendirian keras Ia tidak menghancurkan organisasi perfilman itu ketika ia berselisih pendapat dengan Soedewo, Ketua Umum Parfi saat itu. Ketika itu ia sebagai Ketua II, mengundurkan diri menjelang kongres Parfi 1977. Tahun 1986, Dicky maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia