Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Pocong 3
Sutradara : Monty Tiwa
Produser : Novi Christina; Mitzy Christina; Cindy Christina
Pemeran_utama :
Darius Sinathrya; Elmayana Sabrenia; Francine Roosenda; Gary Iskak; Rina Hassim
Pemeran_pembantu :
Ajeng Triani Sardi; Donny Nugroho; H. Chairudin Marzuki; Nadjya A. Wijaya
Keterangan : Jakarta: SinemArt Pictures, 2007
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 85 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Horor
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Monty Tiwa
Penulis_cerita : Monty Tiwa
Penata_artistik : Angga 'Bochel' Prasety
Penata_suara : Agus Santoz; Arman A. R. Raniri; Diaz Ardiawan; Muhammad Adityo Nugroho
Penata_musik : Andi Rianto
Penata_foto : Tono Wisnu
Penyunting : Benny Tubalawony; Cindy R.A. Biere; Indra N. Zachri
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://id.wikipedia.org http://www.indonesianfilmcenter.com
Seorang DJ di klub malam bernama Vendetta, Putri (Francine Roosenda) mendapat kabar kematian ayahnya yang sudah meninggalkannya sendirian selama sepuluh tahun. Kehidupan Putri yang sudah punya hubungan baik dengan teman-temannya di Vendetta diantaranya Thomas (Darius Sinathrya), Michelle (Elmayana Sabrenia) dan Bayu (Gary Iskak), menjadi berubah saat perlahan-lahan diteror oleh sesuatu. Beberapa hari setelah ayahnya meninggal, adik ayahnya, Laksmi (Rina Hassim) mendatangi rumahnya. Laksmi berupaya untuk mengambil kembali barang kakaknya yang kini ada di tangan Putri, kendati Putri tidak mengijinkannya. Setelah menyambangi pesta di Vendetta dan bermaksud tidur, Putri dihantui oleh pocong yang terbaring menatapnya diatas tubuh Putri. Ketakutan, kini Laksmi disambangi Putri untuk diminta keterangan. Laksmi menceritakan bahwa mereka adalah keturunan dari Mandar Kemulo, pocong pertama di Indonesia yang dihukum mati karena ajaran sesatnya, kesaktian tubuhnya yang tidak ikut mati, diwariskan turun-temurun ke anak-cucunya. Dan terlebih, orang tersebut bisa mempunyai kuasa atas dunia orang mati. Ayahnya yang mendapat kekuatan itu dari kakeknya, memutuskan untuk meninggalkan Putri karena kekuatan yang dimiliki si Ayah bisa menjadikan pemiliknya jahat. Putri yang tidak percaya, digores lengannya dengan pisau oleh Laksmi, dan di rumahnya, Putri bisa melihat bahwa tangannya tidak terluka sama sekali. Lalu, Putri menemui seorang paranormal. Paranormal tersebut, berkata pada Putri bahwa masalahnya bukanlah pocong, tetapi Si Merah, sosok kuntilanak berbaju merah yang selalu meneror Putri tanpa sepengetahuan Putri sendiri, Si Merah adalah jelmaan ilmu sesat yang berupaya untuk masuk ke dalam jiwa Putri. Dan mengenai sosok pocong, pocong itu adalah ayah Putri yang menjelma dalam bentuk pocong, dalam upaya menghalangi Si Merah memasuki jiwa Putri. Kembalilah Putri ke Vendetta saat rekan atasannya si Michelle murka, dan kekuatan ilmu sesat yang ada pada Putri terbuka, membuat Michelle menjadi korban pertamanya. Dan di tempat kerjanya, arwah-arwah gentayangan mulai dilihatnya. Pada puncaknya, ia berlari saat melihat Si Merah yang berhadapan dengan pocong, yang tidak lain ayah Putri sendiri. Saat arwah Michelle mendatangi Putri, Michelle memperingatkan Putri bahwa Si Merah kini mengincar Tante Laksmi. Saat tiba di rumah Tante Laksmi, Putri menemukannya telah meninggal dan Putri yang sudah tidak tahan, menusuk dirinya sendiri dengan gunting. Lalu, memoarnya mengenai ayahnya kembali hadir, ayahnya berpesan agar Putri membakar jenazah ayahnya supaya arwah sang ayah bisa bebas kembali. Setelah dibakar, ia menemui sosok ayahnya dan memeluknya. Kemudian, Putri menyadari bahwa yang tengah ia peluk bukanlah sang ayah, tetapi si Merah. Si Merah memasuki mimpinya dan berpura-pura sebagai ayah Putri, agar Putri membakar pocong ayahnya dan membuat perlindungan akan dirinya hilang, akhirnya Si Merah bisa mendapatkan Putri. Kemudian di Vendetta, Putri dengan kepribadian jahatnya tengah memutar DJ-nya, dibelakangnya, Si Merah hadir bersamana.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia