Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Terowongan Rumah Sakit
Sutradara : Helfi Kardit
Produser : Shankar RS
Pemeran_utama : Rifky Balweel, Sarah Safitri, Kaditha Ayu, Ray Sahetapy, Henidar Amroe
Pemeran_pembantu : [ Tidak dicantumkan ]
Keterangan : [ Tidak dicantumkan ]
Deskripsi_fisik : [ Tidak dicantumkan ]
Media : [ Tidak dicantumkan ]
Subjek : 90 menit durasi, film layar lebar, berwarna
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Timur Merah Team
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://id.wikipedia.org/wiki/Terowongan_Rumah_Sakit
Dua minggu sudah Dinar dirawat di rumah sakit atas saran orangtuanya karena asma, dan selama itu pula dia dihantui kejadian-kejadian janggal dan menyeramkan. Dinar semakin sedih karena kedua orang tuanya tidak pernah muncul menjenguk. Ayahnya sibuk di luar negeri dan ibunya malas untuk menjenguknya. Hanya Akila dan Bimo yang setia menemani hari-hari sepi Dinar, tapi itu pun tidak berlangsung lama. Mereka kerap melihat sosok wanita berambut panjang dengan sorot mata tajam sedang memeluk dan menindih tubuh Dinar. Kejadian itu membuat Akila dan Bimo ketakutan dan enggan menemani Dinar lagi. Arwah perempuan seram itu sangat mirip dengan gambaran wanita misterius yang sering Dinar ceritakan kepada Bimo dan Akila. Tadinya mereka tidak menghiraukan cerita Dinar tentang penampakan wanita muda misterius di Terowongan Rumah Sakit itu, tapi kini Dinar, Bimo, dan Akila mulai berpikir tentang apa sebenarnya yang terjadi.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia