Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Takdir
Sutradara : Fritz G Schadt
Produser : Washi Dipa
Pemeran_utama : Dicky Zulkarnaen, Rima Melati, Wooly Sutinah WD Muchtar, Aminah Cendrakasi, Ruth Palupessy, Mansjur Sjah, Yoseano Waas, Harun Syarif, Bulan Surawidjaja, Roldiah Matulessy, Rosaline Oscar, Ishaq Iskandar
Pemeran_pembantu : [ Tidak dicantumkan ]
Keterangan : [ Tidak dicantumkan ]
Deskripsi_fisik : [ Tidak dicantumkan ]
Media : [ Tidak dicantumkan ]
Subjek : [ Tidak dicantumkan ]
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : M. Aminudin A
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Id.wikipedia.org/wiki/Takdir
Kehadiran mertuanya (Wolly Sutinah) membuat ketentraman Martini (Rima Melati) bekas pelacur berakhir. Ia diteror terus, hingga akhirnya lari dari rumah dan mencoba bunuh diri. Sepasang suami istri Mardi (W.D Mochtar dan Aminah Cendrakasih) memergoki, menolong, dan membawa Martini ke Surabaya dan bekerja di perusahaannya. Suami Martini Kardiman (Dicky Zulkarnaen, tetap tak mau mengikuti anjuran ibunya untuk menikah lagi. Keteguhannya terbukti. Pada saat dia menunggu ibunya di rumah sakit karena menderita kebutaan, dia melihat anaknya Henny (Bulan Surawidjaja) tengah mengiringi seorang perempuan yang berlumuran darah. Perempuan itu adalah Martini yang ingin menemui anaknya, namun mendapat kecelakaan tertabrak mobil. Ketika Martini tahu mertuanya membutuhkan cangkok mata, ia merelakan matanya untuk mertuanya dan ia akhirnya meninggal

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia