Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Asmara dua Diana
Sutradara : Awi Suryadi
Produser : Dedy Abdurachman, Erwin Arnada
Pemeran_utama : Jammie Aditya; Luna Maya; Aura KAsih
Pemeran_pembantu : Mario Maulana; Jose Rizal Manua; Restu Sinaga
Keterangan : Produksi MNC Pictures and Winmark Pictures, dirilis pada 29 Januari 2009.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi ..
Media : Film layar lebar
Subjek : Komedi
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Salman Aristo; Hendrawan Wahyudianto
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Www.21Cineplex.com
Asmara (Jamie Aditya) adalah pria yang paling beruntung. Ia menikah dengan Diana Wulandari (Luna Maya) yang selain cantik,juga merupakan anak tunggal seorang pengusaha travel kaya di Jakarta. Ia diserahi perusahaan oleh mertuanya. Warisan pun terbentang di depan mata. Kesialannya hanya satu: ia mempunyai masalah dengan kesetiaan. Asmara yang memang dasarnya pria supel dan baik, mudah menarik hati wanita. Hingga kali ia bertemu dengan Diana Dwiyana (Aura Kasih) yang seksi dan mempesona. Setelah berkencan berkali kali, Diana Dwiyana mengaku hamil. Ia meminta Asmara bertanggung jawab. Ia ternyata adik seorang kolonel yang tega berbuat kasar terhadap orang yang mengganggu keluarganya. Ternyata Diana Wulandari juga hamil. Keluarganya menyambut suka cita. Sebagai hadiah, Asmara dibuatkan perusahaan baru. Diana Dwiyana, tidak sabar menunggu, Ia mengancam Asmara akan memberitahu istrinya bahwa Asmara berselingkuh dengannya. Asmara yang panik dan takut segera menyewa jasa Bakri, seorang pembunuh bayaran untuk meng’hilang’kan Diana Dwiyana Panik, Asmara kabur keluar kota dan menghilang. Saat pelarian, ia bertemu dengan preman yang baru keluar dari penjara. Ia mendapat pencerahan dari preman yang bilang padanya bahwa tempat paling aman itu penjara. Tak seorangpun bisa menyentuh kita. Asmara pun mendapat ide cemerlang, ia harus masuk penjara. Uniknya, Asmara justru sering cari gara gara untuk bisa masuk penjara. Sampai semua sipir bosan dan dendam padanya. Dasar cerdik, Asmara malah membuat bisnis baru di dalam penjara. Ia pun menjadi napi favorit. Tapi sampai kapan Asmara bahagia di dalam penjara?

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Dingo could not locate error file at application/error/nonfatal.phpDingo could not locate error file at application/error/nonfatal.php