Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Anak-anak Borobudur
Sutradara : Arswendo Atmowiloto
Produser : [ Tidak dicantumkan ]
Pemeran_utama : Adi Kurdi; Andadiri Tanpalang; Butet Kertaradjasa
Pemeran_pembantu : Alexandra T. Gottardo; Christine Hakim; Djenar Maesa Ayu; Lani Regina; Nungki Kusumastuti
Keterangan : Produksi Atmo Adamel Film, dirilis pada tahun 2007.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 104 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Cerita anak-anak
Bahasa : Bahasa Indonesia
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : Arswendo Atmowiloto
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : Film Anak-Anak Borobudur, mengambil lokasi pembuatan sepenuhnya di daerah Magelang dan sekitarnya, didukung para seniman-seniwati setempat, para penambang batu di gunung Merapi, penggali pasir di lereng gunung Merbabu, dalam kabut lembut, sesekali hujan gerimis. Selebihnya adalah keramahan masyarakat sejak awal hingga akhir.
Sumber : Http://www.indosinema.com/movie/487
Di sebuah desa yang dikelilingi tujuh gunung di sekitar Candi Borobudur, sebagian penduduk mencari nafkah dengan menggali bebatuan untuk diukir menjadi patung, sebagian menggali pasir dari perut bumi. Demikian juga Amat (Adadiri Tanpalang), bocah kelas lima, yang kadang membantu ayahnya, Pak Amat (Adi Kurdi) yang bisu. Suasana yang damai, ceria, berubah ketika Amat mengembalikan piala kemenangan lomba membuat patung batu. Alasan Amat, patung itu diselesaikan ayahnya dan diserahkan oleh Siti (Acintyaswasti Widianing). Ia merasa tidak berhak menerima. Penolakan ini mencerai-beraikan ikatan kebersamaan dan kerukunan yang selama ini ada. Akibatnya Amat dilarang masuk sekolah, dan ayahnya diberhentikan. Amat tak bisa mendapat nasihat dari ayahnya yang bisu. Juga tak bisa dari Yoan (Lani Regina), teman baru yang berbau Jakarta, cucu Eyang Putri (Nungki Kusumastuti) yang pandai menari. Bahkan dari Mbak Mi (Djenar Maesa Ayu) perempuan pengasong yang membesarkan anaknya yang lumpuh layu. Semua memusuhi, atau menjauhi, kecuali hantu sawah. Pada hantu sawahlah, ia mengadu. Sampai akhirnya seorang pengamat seni, Doni (Butet Kartaredjasa) menuliskan bahwa patung itu karya Amat dan hukuman pengasingan bagi Amat tidak mendidik. Doni adalah pacar ibu guru Ayu (Alexandra T.Gottardo). Perubahan terjadi ketika Gubernur Jawa Tengah, Ibu Suryani (Christine Hakim) datang dan memberikan hadiah secara langsung.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia