Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Anak-anak Gass : elegi buat Nana
Sutradara : Eddy Suhendro
Produser : Anak-Anak Gass
Pemeran_utama :

Ria Irawan; Ryan Hidayat

 

Pemeran_pembantu : Gito Gilas; Adi Bagus,R; Rina Hassim; Andreas Pancarian; Mochtar,WD; Lauren Sahertian; Henny Rahayu; Deasy Ratnasari; Lia Caroline; Didin Syamsuddin; Simon Patih; Teddy Mala
Keterangan : Produksi  PT. Elang Perkasa Film, dirilis tahun 1989.
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 97 menit
Media : Seluloid
Subjek : Drama
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : Eddy Suhendro
Penata_artistik : Achir Ali
Penata_suara : Endang Darsono
Penata_musik : Billy J. Budiardjo
Penata_foto : Adrian Susanto
Penyunting : Syamsuri, SK.
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : Elegi buat Nana
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber :

Katalog Film Indonesia 1926-1995 / JB Kristanto.-- Jakarta: Grafiasari Mukti, 1995

http://jejakjadoel.blogspot.com/2011/04/anak-anak-gass-dalam-elegi-buat-nana.html

Reo Reseh (Ryan Hidayat) dan Bimo (Gito Gilas) serta John(R Adi) sedang menyaksikan suting video lagu yang dinyanyikan oleh Nana (Ria Irawan). Di sela-sela break suting, Reo mendekati Nana dan berlagak sebagai pencipta lagu untuk dapat meminta alamat Nana. Namun bagi nana sendiri, nyanyi adalah hanya sekedar hobi. Alih-alih Nana yang akan memberikan alamat, namun sayang teman Nana, Rihapsari nyosor duluan dan memberikan alamat pada Ryan. Bidikan Reo adalah Nana tapi tidak berhasil mendapatkannya. Merasa tidak mau memiliki alamat Rihapsari, maka alamat yang diberikan pada Reo diberikanlgi ke temannya, John.

John yang ngebet ingin berkenalan dengan Rihapsari akhirnya diam-diam datang kerumahnya dan diterima langsung oleh Rihapsari. Sayang John tidak tahu kalau itu adalah Rihapsari, sehingga ia dikerjai. Rihapsari menyuruh Iyem, pembantunya, untuk mengaku sebagai dirinya. John kaget karena yang keluar ternyata lain dari yang di bayangkan. Akhirnya John buru-buru pulang.Ditengah jalan ia bertemu Reo, sadarlah  John bahwa  yang menemuinya tadi  bukanlah Rihapsari.

Reo dan kawan-kawan pergi jalan-jalan menggunakan mobilnya. Ditengah jalan ia menolong Nana yang hampir pingsan dan mengluarkan darah dari hidung. Nana mereka bawa kerumah sakit, Sepulang dari rumah sakit Reo menghafalkan nomor ruangan  tempat Nana di rawat. Esok harinya Reo mengunjungi Nana  tanpa sepengetahuan teman-temannya, namun di parkiran rumah sakit Reo kepergok teman-temannya. Akhirnya mereka bergabung menuju kamar Nana.  Sesampai kamar yang dituju, ternyata orang sudah berganti pasien seorang nenek.  Nana sudah kembali kerumah. Akhirnya mereka pun lost kontak dimana harus menemui Nana.

Suatu kali Bimo berhasil mendapatkan alamat Nana dan memberikannya kepada Reo. Reo mendatangi kantor Nana. Kebetulan kantor gadis itu akan mengadakan festival Band. Reo diajak untuk mengikuti festival tersebut. Akhirnya Reo mengatakan terus terang pada Nana bahwa ia ingin berkenalan dengan  Nana. Ketika mereka sedang asyik ngobrol, datanglah peserta yang mau mendaftar untuk menjadi peserta lomba festival band yang diterima Nana. Merasa tak diacuhkan, Reopun pulang. Namun sesampai di rumah ia memutuskan ikut festival dan mendaftarkan bandnya.

Setelah mendaftar mengikuti festival, Reo semakin gencar mendekati Nana dengan berbagai alasan. Suatu hari Reo pura-pura ingin konsultasi dengan Nana. Meski awalnya menolak, namun akhirnya Nana mengijinkan Reo untuk konsultasi sambil menuju rumah sakit. Di rumah sakit sudah menunggu dokter Hendro yang menangani penyakit Nana, Ayah (WD Mochtar) dan Ibu (Rina Hashim) Nana. Mereka sedang membahas penyakit Nana, leukemia Kronis.

Setelah mengetahui penyakitnya, Nana menjadi sedih dan pamit keluar duluan. Reo dibuat bingung oleh Nana perubahan sikap gadis itu setelah keluar dari ruang dokter. Bahkan Nana tidak mau ditemani Reo lagi. Reo menjadi bingung, dan menceritakan pada teman-teman bandnya. Akhirnya Bimo memberi kesimpulan kalau maksud Nana mengatakan Bunga itu indah dan berumur pendek, maka jangan di petik adalah untuk menyemangati band mereka yang ikut festival dank arena Nana ketua panitia maka ia ingin di beri keistimewaan. Akhirnya untuk memberi kejutan pada Nana sang ketua panitia, Reo membuat lagu untuk Nana yang akan di nyanyikan pada saat festival.

Malam final pun tiba. Namun Nana yang ditunggu-tunggu tidak juga datang. Hal ini menurunkan semangat anak-anak Gass, terutama Reo. Bimo meyakinkan Reo bahwa Nana ada dan ini adalah kesempatan terbaik karena kapan lagi akan masuk final. Bimo pun menemui Nana untuk meyakinkan Reo. Nana tidak mau menemui Reo dan hanya menitipkan surat pada Reo lewat Bimo yang harus diberikan setelah festival usai. Band Gass menjadi pemenang festival. Orang yang pertama kali dicari  Reo adalah Nana, namun  Nana sudah pulang. Bim pun menyerahkan surat dari Nana untuk Reo yang dititipkannya. Surat  Nana memberi tahu  Reo tentang penyakitnya dan tentang keberangkatannya besok untuk  berobat ke LA.  Reo dan anak-anak Gass mengejar Nana ke Airport.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia