Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Lari dari Blora
Sutradara : Akhlis Suryapati
Produser : [ Tidak dicantumkan ]
Pemeran_utama : Fadli Fuad, Tina Astari
Pemeran_pembantu : Iswar Kelana, Octav Kriwil, Annika Kuyper, Egy massadiah, Andreano Philip, Ardina Rasti, W.S. Rendra, Soultan Saladin, Nizar zulmi
Keterangan : Produksi Ibar Pictures. Dirilis pada  28 Februari 2008.
Deskripsi_fisik : Film berwarna ; durasi 113 menit
Media : Seluloid
Subjek : Drama sosial
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Akhlis Suryapati
Penulis_cerita : Akhlis Suryapati
Penata_artistik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_suara : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_musik : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : [ Tidak dicantumkan ]
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://id.wikipedia.org/wiki/Lari_dari_Blora

SEORANG gadis Amerika mewakili LSM asing, bernama Cintya, datang ke wilayah antara Pati-Blora (Jawa Tengah), melakukan penelitian terhadap kebudayaan masyarakat Samin. Pada saat bersamaan, dua penjahat kelas teri bernama Bongkeng dan Sudrun, kabur dari penjara Blora dan memilih desa tersebut sebagai tempat persembunyian.

Di desa itu ada Ramadian, guru yang berusaha menyekolahkan anak-anak orang Samin. Namun usahanya ditentang oleh Pak Lurah yang punya prinsip, dengan tetap menjadikan masyarakat Samin sebagai Cagar Budaya maka desa tersebut memiliki ciri khas, mengundang para peneliti, LSM, mahasiswa, dan sebagainya, yang berarti adalah mengundang dana bantuan. Pelestarian terhadap budaya dan komunitas Samin juga berarti menghargai semangat multikultural yang menjadi ciri kebudayaan Indonesia.

Terjalin hubungan kepentingan yang intens antara Ramadian dan Cintya, sehingga membuat Hasanah, putri Pak Camat yang juga mengajar di SD dilanda cemburu. Di tengah suasana dan dinamika Desa Samin, berlangsung kisah percintaan dua remaja, Heru dan Wati. Percintaan mereka penuh dengan gairah puber yang menyala-nyala.

Konflik antara Ramadian dan Pak Lurah menajam. Saat yang bersamaan, dari kota bermunculan para intel yang menilai, desa tersebut menjadi sarang pelarian. Mereka curiga Simbah dan warga Samin melindungi pelarian. Selanjutnya tersebar isu bahwa Desa Samin menjadi sarang penjahat dan berpotensi dijadikan sarang teroris, gerakan aktivitas LSM asing dan dalam negeri yang menebarkan provokasi, serta ajaran Simbah dicurigai sebagai aliran sesat.

Akhirnya sebuah operasi keamanan digelar. Seratusan polisi lengkap dengan senjata, truk-truk, dan panser bergerak dan mengepung Desa Samin.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia